[News] Konferensi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia ke-4 2025




16-10-2025 15:43:16

News / Press Release

Konferensi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia ke-4 2025

Jakarta, 8-10 Oktober 2025, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bekerjasama dengan Universitas Tarumanagara telah menyelenggarakan Konferensi Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (KPPTI) ke-4 di Universitas Tarumanagara, Jl. S. Parman, Jakarta Barat dengan tema “AI-Driven Academic Libraries: Innovation, Ethics, and the Future of Knowledge Management”. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari diisi berbagai kegiatan ilmiah, antara lain Seminar Nasional maupun Internasional, Call for Paper, berbagai Workshop, pemilihan Pustakawan dan Perpustakaan berinovasi tingkat nasional, dan ditutup dengan kunjungan ke beberapa perpustakaan terbaik di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi, inovasi, dan refleksi bagi para pustakawan, akademisi, dan praktisi informasi dari seluruh Indonesia dalam menyongsong era baru perpustakaan berbasis kecerdasan buatan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu, 8 Oktober 2025 dengan pembukaan resmi oleh ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum, serta sambutan dari Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M.  Kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan dua keynote speaker yakni, Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D. (Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kemendikti Saintek), dan Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. (Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) dengan membawakan materi “Peluang Penerapan Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) pada Indonesia Akses Tunggah (SATU). Pada sesi siang, berlangsung Grand Final Indonesian Academic Librarian Award (IALA) dan Academic Library Innovation Award (ALIA), disertai Call for Paper dari para peneliti dan pustakawan yang membahas inovasi, teknologi, dan pengelolaan pengetahuan di era digital. Hari pertama ditutup dengan sesi diskusi paralel yang penuh antusiasme.

Kamis, 9 Oktober 2025, diisi dengan Seminar Internasional (hybrid) yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara, antara lain:

-          Widyasari Listyowulan, M.A. (Director of Government Affairs, Microsoft Indonesia) dengan topik Innovation in AI-Based for Education

-          Assoc. Prof. Christopher Khoo Soo Guan (Nanyang Technological University, Singapura) dengan materi Generative AI & Knowledge Graph as Complementary Technologies for LIS

-          Assoc. Prof. Dr. Aini Suzana Binti Ariffin (Universiti Teknologi Malaysia & Chair of STEPAN UNESCO) dengan topik Ethics and Policy in AI Implementation

-          Dr. Ari Nugraha (Universitas Indonesia) yang membahas Knowledge Management in the AI Era; serta

-          Assoc. Prof. Dr. Amorn Petsom (Chulalongkorn University, Thailand) yang mengulas Capacity Building and Digital Competency

Pada sesi sore, peserta mengikuti dua Workshop Tematik yang berfokus pada penerapan AI dalam kegiatan kepustakawanan, yakni “From Data to Action: Using AI Agents to Simplify Library Reporting” oleh Nafi Al Kautsar Putrawan (AI Business Analyst, Nedzero.org), dan “Strategies for Scientific Journal Writing in the Age of AI” oleh Dr. Purwani Istiana, S.IP., M.A. (Universitas Gadjah Mada).

Sebagai penutup pada Jumat, 10 Oktober 2025, peserta mengikuti kegiatan Library Tour yang bertujuan untuk belajar praktik terbaik (learning best practice) dari berbagai perpustakaan ternama di Jakarta. Peserta berkesempatan mengunjungi Perpustakaan Universitas Tarumanagara, Perpustakaan Binus University, Perpustakaan Jakarta HB Jassin, dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan langsung mengenai strategi pengelolaan koleksi, penerapan teknologi digital, dan pengembangan layanan berbasis pengguna di berbagai institusi.

Banyak hal baru yang penulis pelajari melalui acara ini berkaitan dengan Kecerdasan Buatan (AI) dan dampaknya pada dunia akademis pada umumnya, dan perpustakaan perguruan tinggi pada khususnya. Melalui berbagai sesi seminar dan workshop, penulis mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat manajemen pengetahuan (knowledge management), serta memperkaya pengalaman pengguna (user experience) di lingkungan perpustakaan.

Dari paparan para narasumber, tersirat jelas bahwa AI bukan hanya sekadar alat bantu teknologi, tetapi juga menjadi mitra strategis pustakawan dalam mengelola data, dan menganalisis kebutuhan informasi namun dengan tetap mengedepankan etika dalam pemanfaatannya. Etika penggunaan AI menjadi topik penting, mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat perlu diimbangi dengan kebijakan yang bijak dan tanggung jawab moral dalam mengelola data serta konten yang ilmiah.