Text
Pelaksanaan blended learning pada SMP Terbuka Kandanghaur Indramayu
ABSTRAK
Dwi Septi Jayanti, Pelaksanaan Blended Learning pada SMP Terbuka Kandanghaur-Indramayu, Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2011.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara jelas mengenai pelaksanaan blended Learning di SMP Terbuka Kandanghaur-Indramayu. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survey.
Pengambilan sampel (purposive sample) menggunakan 31 guru bina, 19 guru pamong, 315 siswa SMP Terbuka Kandanghaur, dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu 2 guru bina, 2 guru pamong, 34 siswa (kelas VIII A) dan kepala/wakil kepala sekolah. Instrumen Penelitian berupa angket/Koesioner, pedoman observasi dan pedoman wawancara.
Hasil Penelitian ini merupakan deskripsi dari pelaksanaan blended Learning berdasarkan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dari setiap komponen blended Learning yaitu belajar mandiri, tatap muka dan online learning.
Pada perencanaan belajar mandiri dan tatap muka guru pamong dan guru bina sebagian besar telah merencakannya, namun pada saat online learning guru bina kadang-kadang merencanakannya. Sedangkan siswa dalam perencanaan pembelajaran mandiri, tatap muka maupun online tidak pernah melakukannya.
Pelaksananaan pembelajaran mandiri di TKB berlangsung sama seperti proses pembelajaran tatap muka karena kemandirian belajar siswa belum terlaksana. Pada pembelajaran tatap muka, proses belajarnya kurang aktif, siswa hanya mengandalkan penjelasan dari guru bina sedangkan guru bina tidak mengetahui dengan pasti kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Ketika pembelajaran online tidak lagi memanfaatkan modul online yang ada di website www.smpterbuka.tik.net, maka siswa memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di internet. Siswa jarang mengunduh (download) materi online dan tidak pernah melakukan komunikasi virtual secara online pada saat online learning.
Selanjutnya evaluasi pembelajaran, siswa maupun guru jarang melakukan tes akhir modul, sehingga hasil belajar keseharian siswa tidak terevaluasi. Sedangkan tes akhir unit dan tes akhir semester sering dilaksanakan.
Bibliografi : lembar 168-172~No Inv.: 228/S/Perp./2012/1C.
Tidak tersedia versi lain