Text
Perubahan sosial di desa Benda (1989-2011)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan perubahan dan menganalisis faktor-faktor dan perubahan yang terjadi untuk disumbangkan bagi pembinaan dan pengembangan masyarakat Desa Benda. Secara spasial, penelitian ini memusatkan perhatian di wilayah Desa Benda Kabupaten Sukabumi. Sedangkan secara temporal, periodisasi yang digunakan merupakan awal pabrik pertama di kawasan ini beroperasi yakni PT Haewae Indonesia pada tahun 1989 hingga tahun 2011 yang merupakan periode berakhirnya desa ini menjadi kawasan pedesaan akibat industrialisasi yang banyak terkonsentrasi di desa ini. Masalah penelitian dalam skripsi ini mengenai (1) Bagaimana keadaan Desa Benda sebelum adanya industrialisasi dan (2) Bagaimana perubahan sosial Desa Benda akibat industrialisasi tahun 1989-2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang hasilnya dituliskan secara deskriptif naratif. Sumber data yang diperoleh berasal dari data monografi desa dari tahun 1989-2011 yang diperoleh dari kantor pemerintah Desa Benda, dokumen-dukumen berupa arsip di Arsip Nasional Republik Indonesia, surat kabar se-zaman, bahan-bahan sumber dari buku yang terkait dan wawancara dengan beberapa saksi sejarah di daerah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sosial yang terjadi di Desa Benda disebabkan oleh perkembangan industri yang bersifat ekspansif selain disebabkan oleh karakteristik norma masyarakat tradisional Indonesia yang memang tidak statis melainkan merupakan penyesuaian dari perubahan yang terjadi terus menerus. Pembangunan industri di Desa Benda yang dimulai pada tahun 1989 dan sampai tahun 2011 terdapat 13 industri besar, telah menyebabkan perubahan pada jumlah dan komposisi penduduk serta struktur mata pencaharian di desa ini yang selanjutnya berpengaruh pula pada kehidupan sosial masyarakatnya. Terjadi perubahan pada kehidupan petani yang ditunjukan oleh berubahnya sistem kepemilikan tanah karena konversi dan komersialisasi lahan dengan bergesernya bergesernya penguasaan lahan oleh sebagian besar penduduk ke penguasaan oleh sekelompok kecil penduduk, dari penguasaan lahan luas ke penguasaan lahan sedang dan sempit dan kekurangan tenaga kerja pertanian karena berkurangnya regenerasi petani. Terjadi pertambahan jenis-jenis pekerjaan baru pada lapisan menengah atas serta meningkatnya taraf hidup masyarakat baik dari segi kekayaan maupun pendidikan. Kelas buruh dan pedagang menjadi mayoritas mata pencaharian.
Bibliografi : lembar 77-80~No Inv.: 4788/S/Perp/13/1c
Tidak tersedia versi lain