Text
Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) terhadap upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor (Studi kasus Desa Mukapayung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat)
ABSTRAK
Valentinus Findy Aji, Peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Terhadap Upaya Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor (Studi Kasus Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat). Skripsi: Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Juni 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lembaga pemberdayaan masyarakat Desa Mukapayung terhadap upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat pada bulan Januari - April 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), kepala desa dan Sekretaris Desa Mukapayung, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, dan warga masyarakat Desa Mukapayung yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara dan elemen protokol observasi. Teknik yang digunakan dalam validitas data adalah triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 4 peran yang ditampilkan oleh LPMD Mukapayung dalam upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor di desa tersebut, yaitu: pertama, membuat kesiapsiagaan internal di dalam organisasi LPMD itu sendiri dengan cara bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat mengadakan pelatihan-pelatihan upaya pengurangan risiko bencana tanah longsor. Kedua, membantu kesiapsiagaan masyarakat, masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan siaga bencana sekaligus sikap kemandirian menghadapi bencana tanah longsor.
Ketiga, melakukan upaya pencegahan bencana tanah longsor untuk meminimalkan bencana yang sering melanda Desa Mukapayung tersebut. Tindakan pencegahan ini melibatkan langsung masyarakat dengan cara konservasi lahan dan juga bekerja sama dengan pemerintah memanfaatkan teknologi untuk meminimalkan dampak dari bencana tanah longsor dengan cara membangun dan memasang alat sistem peringatan dini (Early Warning System) di daerah-daerah yang terindikasi terdapat retakan tanah. Keempat, melakukan upaya mitigasi bersama dengan pemerintah dan masyarakat Desa Mukapayung. Mitigasi yang dilakukan bersifat mitigasi struktural yaitu membuat tanggul penahan laju tanah longsor.
Bibliografi : lembar 109-111
| SS00006645 | SK 6645 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2015.002) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain