Text
Implikasi pendekatan Socio-critical dan Problem-oriented dalam pembelajaran kimia pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit
ABSTRAK
Dian Ilmiyati. Implikasi Pendekatan Socio-critical dan Problem-oriented dalam Pembelajaran Kimia pada Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi pendekatan Sociocritical dan Problem-oriented dalam pembelajaran kimia pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Penelitian dilterapkan pada Januari 2015 dengan subjek kelas X MIPA 1 SMAN 107 Jakarta sebanyak 36 siswa.
Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji dan mengkritisi isu sosial yang disajikan melalui berbagai media seperti artikel, video, wacana, surat kabar, dan media lainnya. Isu sosial yang diangkat dalam penelitian ini terdiri dari isu minuman isotonik, air laut, dan obat pencahar. Metodologi yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif yang diterapkan dengan melakukan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi kelas, reflektif jurnal, dan instrumen VLES-Modified yang terdiri dari enam indikator. Pengumpulan data tersebut mengacu pada enam indikator yaitu metode, dukungan guru, kerjasama, empati komunikasi, berpikir kritis, dan refleksi isu-isu sosial.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Socio-critical dan Problem-oriented memberikan implikasi positif bagi siswa seperti mengembangkan kerjasama antar siswa melalui kegiatan debat dan diskusi isu-isu sosial; siswa tertarik dan termotivasi untuk belajar kimia terutama melalui pembahasan isu-isu sosial; siswa belajar saling menghormati satu sama lain saat debat berlangsung; kemampuan berpikir kritis siswa terlatih melalui kajian artikel; siswa belajar berdialog dan berpendapat melalui kegiatan debat; menganalisa & merefleksikan nilai-nilai yang dimiliki siswa melalui evaluasi isu-isu sosial serta belajar menyelesaikan masalah secara bersama-sama melalui diskusi. Selain itu rasa percaya diri dan kreativitas siswa juga dapat terlihat dari hasil poster sebagai media pendukung debat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Socio-critical dan Problem-oriented dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan dalam kegiatan pembelajaran kimia di Indonesia sebagai upaya penerapan pembelajaran kimia yang berkarakter khususnya pada pengembangan karakter siswa.
Kata kunci: impikasi, Socio-critical dan Problem-oriented, Pembelajaran kimia, VLES-Modified, larutan elektrolit dan non elektrolit.
Abstract This study aims to determine the implications of Socio-critical and problem-oriented approach in learning chemistry on material electrolyte and non-electrolyte solution. The research was conducted in January 2015 with the subject of class X MIPA 1 SMAN 107 Jakarta a number of 36 students. Learning activities Socio-critical and problem-oriented approach carried out by reviewing and critiquing social issues that are presented through various media such as articles, videos, discourse, newspapers, and other media. Social issues raised in this study consisted of the issue of isotonic drinks, seawater, and pencahar.Metodologi drug used was a qualitative research methodology applied by collecting data through interview, observation, reflection journals, and instruments VLES-Modified. The study concluded that learning by Socio-critical and problem-oriented approach positive implications for students such as developing cooperation among students through debates and discussions on social issues; students interested and motivated to learn chemistry, especially through the discussion of social issues; students learn to respect each other when the debate took place; critical thinking skills of students trained through study articles; students learn to dialogue and argue through debate; analyze and reflect on the values of the students through the evaluation of social issues and learn to solve problems together through discussion. Besides self-confidence and creativity of the students also can be seen from the results of the poster as supporting media debate. This indicates that learning by Socio-critical to problem-oriented approach and can be used as an alternative option in chemistry learning activities in Indonesia as a teaching and learning of chemistry that characterized in particular on the development of student character.
Keywords impikasi, Socio-critical and problem-oriented, learning chemistry, VLES-Modified, electrolyte and non-electrolyte solution.
Bibliografi : lembar 155-157
| SS00006955 | SK 6955 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.03.2015.004) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain