Text
Sensuous imagery in the poetry of John Keats
ABSTRAK
ADINTYA CITRA. 2015. Citraan Panca Indera dalam Puisi John Keats. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Puisi berhubungan dengan pengalaman dan emosi manusia. Sebuah puisi sebaiknya menggunakan kata-kata konkret daripada abstrak agar dapat dimengerti. Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan penggunaan citraan yang merangsang indera manusia. Jumlah citraan pada puisi John Keats khususnya citraan panca indera sangatlah banyak. Penelitian ini membahas penggunaan citraan panca indera dalam puisi Keats. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis citraan panca indera yang digunakan dalam puisi Keats dan pengaruhnya terhadap pembentukkan tema. Analisis didasarkan pada tujuh jenis citraan panca indera menurut Drury dan pendekatan New Criticism. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dan tiga puisi milik Keats sebagai sumber data. Data dari penelitian ini adalah kata-kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan citraan panca indera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh jenis citraan panca indera yang digunakkan dalam puisi Keats. Citraan penglihatan mendominasi ketiga puisi, diikuti oleh citraan gerak, citraan perasaan, citraan perabaan, citraan pendengaran, citraan penciuman, dan citraan pencecapan. Tema di setiap puisi terungkap dengan menganalisis setiap citra secara denotatif dan konotatif. Ternyata ketiga puisi memiliki tema yang sama (kematian dan cinta) namun disampaikan dengan cara yang berbeda. Penggunaan citraan panca indera membuat setiap puisi menjadi istimewa.
Kata kunci: puisi, citraan, tema, indera, New Criticism
Bibliografi : lembar 43-45
| SS00007229 | SK 7229 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.02.2015.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain