Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Hubungan konsep diri dan kemampuan berpikir divergen dengan kemampuan pemecahan masalah matematika kelas IV SDN Cilangkap 03 Pagi, Jakarta Timur

Septiyani, Dian - Nama Orang;

Ringkasan
A. Pendahuluan
Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu proses
pengembangan kemandirian siswa yang terlihat dari bagaimana mereka
beradaptasi dengan lingkungannya. Pendidikan juga merupakan salah
satu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Komponen dari pendidikan salah satunya adalah pembelajaran
yang dilakukan di sekolah. Menurut iskandar (2012), proses
pembelajaran merupakan kegiatan fundamental dalam proses pendidikan
yang mana terjadinya proses belajar yang tidak terlepas dari proses
mengajar. Hal ini mengartikan bahwa proses pembelajaran terjadi apabila
terdapat kegiatan belajar dan mengajar.
Sekolah menjadi salah satu wadah dalam proses atau kegiatan
belajar dan mengajar. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang
diajarkan di sekolah.
Dari Sekolah Dasar berbagai mata pelajaran diajarkan, yang salah
satunya adalah matematika. Menurut Johnson dan Myklebust dalam
Mulyono (2009), matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi
praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif
sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir. Dalam
fungsi praktisnya matematika untuk mengekspresikan beberapa
hubungan yang terdapat di dalam matematika yang nantinya akan
menghasilkan hasil akhir yang utuh. Selain itu juga untuk memudahkan
sesorang berpikir, yang dapat dikatakan bahwa matematika merupakan
suatu cara/ sarana untuk membantu dalam menyelesaikan suatu
masalah.
iii
Pada pelajaran matematika, pemecahan masalah menjadi salah
satu model yang diberikan. Pembelajaran model pemecahan masalah
dapat memberikan dorongan berkembangnya pemahaman dan
penghayatan siswa terhadap prinsip, nilai dan proses matematika.
Menurut Susanto (2013) pembelajaran dengan model pemecahan
masalah juga dapat membantu siswa dalam memahami informasi secara
lebih baik, dengan demikian bahwa pemecahan masalah merupakan
suatu proses untuk mengatasi kesulitan yang ditemui untuk mencapai
suatu tujuan yang ingin dicapai. Hal ini menjelaskan bahwa dengan
pemecahan masalah dapat membantu seseorang dalam mengatasi
masalah yang sedang mereka temui.
Berdasarkan observasi yang dilakukan ditemui bahwa masih
ditemui anak-anak yang kesulitan mengerjakan soal matematika
khususnya dengan model pemecahan masalah (bentuk essay). Siswa
belum mampu mengaplikasikan konsep matematika yang diajarkan guru.
Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh astuti dan leonard (2012) juga
ditemukan bahwa pembelajaran matematika juga disajikan dengan
bentuk yang kurang menarik bagi anak, sehingga terkesan angker, yang
berdampak pada siswa tidak menguasai konsep dasar yang ada dalam
materi, sehingga hasil belajar dalam pelajaran matematika rendah.
Penelitian lain yang dilakukan oleh astra puspita kaprinaputri (2013)
ditemukan bahwa masih ada siswa yang melakukan kesalahan atau
mengosongkan jawaban, dikarenakan siswa tidak terbiasa dengan
bentuk soal cerita dengan menggunakan tahapan penyelesaiannya.
Pada proses memecahkan masalah siswa melakukan aktivitas
berpikir, dimana siswa menggunakan fungsi otak untuk mencari jalan
keluar atau penyelesaian atas soal yang sedang dikerjakan. Menurut
Iskandar (2012) berpikir merupakan suatu aktivitas akal dan rohani yang
berlaku pada seseorang akibat adanya kecenderungan mengetahui dan
iv
mengalami. Sejalan juga dengan pendapat tersebut Suryosubroto (2009),
mengatakan bahwa proses berpikir merupakan suatu pengalaman
memproses persoalan untuk mendapakan dan menentukan suatu
gagasan yang baru sebagai jawaban dari persoalan yang dihadapi.
Pendapat diatas menyimpulkan bahwa berpikir merupakan kegiatan atau
aktivitas yang sering dilakukan, dimana berpikir digunakan seseorang
untuk mendapatkan jalan keluar dari apa yang mereka alami.
Terdapat dua cara seseorang berpikir, berpikir menyebar (divergen)
dan memusat (konvergen). Menurut Guilford dalam Katino dan Kirby
(2007), terdapat dua macam cara orang berpikir yaitu berpikir konvergen/
terpusat (Convergent thinking) dan berpikir divergen/ menyebar
(divergent thinking). Berpikir konvergen mengarah pada satu kesimpulan
khusus yang menuju ke satu arah untuk memberikan jawaban atau
penarikan kesimpulan yang logis dari informasi yang diberikan dengan
penekanan pada pencapaian jawaban tunggal yang paling tepat,
sedangkan berpikir divergen lebih menekankan pada variasi jawaban
yang berbeda terhadap suatu persoalan, dengan penekanan pada
kuantitas, keragaman, dan orisinilitas.
Berpikir divergen dapat menghasilkan banyak jawaban pada
pertanyaan yang sama. Hal ini sesuai dengan pendapat Guilford dalam
buku Arend (2010) dan Sonawat (2007) yang mengatakan bahwa
“divergent thinking is the kind of thinking that proposes many
different ideas or solution”. “Relates divergent thinking to wellknown
traits wich seem to with creativity. He defines trait rs from as
any distinguishable, relatively enduring way in wich one individual
differs from another.”
Hal tersebut menjelaskan bahwa dengan berpikir divergen
seseorang mempunyai ide-ide dan solusi yang lebih banyak, berpikir
v
divergen juga berhubungan dengan berpikir kreatif dimana cara yang
dilakukan berbeda antara satu individu dengan yang lainnya.
Cara-cara yang tercetus dari seseorang dapat digunakan untuk
membantu menyelesaikan masalah yang sulit untuk diatasi. Salah satu
yang harus dimiliki adalah rasa percaya atas kemampuannya yang
terlihat dari konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri merupakan
gambaran yang dimiliki oleh seseorang tentang dirinya sendiri, yang
terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi
yang ada di lingkungannya. Menurut H.Fitts dalam buku agustiani (2006),
konsep diri merupakan aspek yang penting dalam diri seseorang, karena
konsep diri seseorang merupakan kerangka acuan (frame of reference)
dalam berinteraksi dengan lingkungan. Oleh sebab itu merupakan tugas
kita dalam membentuk konsep diri seorang anak, dimana akan
berpengaruh pada cara mereka berinteraksi dengan lingkungannya
dimasa mendatang.
Konsep diri seseorang ikut menentukan dalam proses pendidikan.
Banyak terjadi rendahnya kemampuan anak dalam memecahkan
masalah pada soal matematika dikarenakan oleh persepsi negatif mereka
tentang dirinya sendiri, yang memandang dirinya tidak mampu dan tidak
bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Menurut Burms dalam
buku Desmita (2009), konsep diri hubungan antara sikap dan keyakinan
tentang diri sendiri. Hal ini menjelaskan bahwa pandangan seseorang
tentang dirinya dapat mempengaruhi mampu atau tidaknya mereka
memecahkan soal matematika di sekolah.
B. Metodologi Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
metode korelasional yang menggambarkan tentang variabel-variabel
yang diteliti, sekaligus menyelidiki hubungan antar variabel. Penelitian ini
untuk mengetahui hubungan antara variabel kemampuan pemecahan
vi
masalah matematika sebagai variabel terikat (Y) yang dimiliki siswa
dengan variabel bebas konsep diri sebagai (X1) dan kemampuan berpikir
divergen sebagai (X2) yang diteliti.
Pemilihan sampel ini ditentukan berdasarkan penemuan yang
ditemukan peneliti, bahwa banyak siswa yang merasa kesulitan dengan
pelajaran matematika. Sampel yang menjadi sasaran peneliti adalah SDN
Cilangkap 03, Jakarta Timur, pada kelas IV berjumlah 40 siswa.
Kemampuan pemecahan masalah matematika diukur dengan
empat indikator pemecahan masalah diantaranya mengembangkan
pengetahuan matematika yang baru melalui pemecahan masalah,
memecahkan maslah dalam matematika atau konteks lain, menerapkan
dan menggunakan berbagai strategi yang tepat untuk memecahkan
masalah, memonitor dan merefleksi proses pemecahan masalah.
Instrumen penelitian kemampuan pemecahan masalah matematika
dalam bentuk soal esay yang terdiri dari 4 butir soal. Penilaian konsep diri
berupa sikap atau nilai siswa menggunakan tiga pilihan jawaban,
dintaranya sering, kadang-kadang, tidak pernah dengan 28 butir
pernyataan. Kemampuan berpikir divergen diukur dengan 4 aspek,
diantaranya kelancaran, keluwesan, originilitas, dan elabrasi dalam
bentuk soal esay yang terdiri dari 5 butir soal.
Analisis deskriptif menyajikan tiga hal yaitu: (1) penyajian data
dalam bentuk distribusi frekuensi dan histogram; (2) ukuran pemusatan
data yang digunakan untuk menegetahui gejala pusat meliputi mean
(rerata), median, dan modus; serta (3) ukuran penyebaran data yaitu
rentang skor varians dan simpangan baku (standar deviasi).
Penyajian analisis deskriptif dalam penelitian ini meliputi tiga
variabel, yaitu: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika; (2)
konsep diri; dan (3) kemampuan berpikir divergen. Masing-masing
vii
variabel disajikan distribusi frekuensi dan histogram, ukuran pemusatan
data, dan ukuran penyebaran.
Analisis inferensial menyajikan empat pengujian, diantaranya uji
korelasi, uji korelasi ganda, uji signifikansi, uji multikolinieritas. Analisis
korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara
variabel bebas dengan variabel terikat. Analisis regresi digunakan untuk
menaksirkan nilai variabel y berdasarkan nilai variabel x serta taksiran
perubahan y untuk setiap satuan perubahan variabel x. pengujian
multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakan ada hubungan atau
saling keterkaitan antara variabel X1 dan X2. Pengujian hipotesis pada
penelitian ini menggunakan uji-t dengan mencari besarnya nilai thitung
yang selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Koefisien
determinasi dilakukan untuk menyatakan seberapa besar sumbangan
variabel bebas terhadap variabel terikat.
C. Hasil penelitian
Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, diperoleh bahwa:
pertama, terdapat hubungan positif konsep diri dengan kemampuan
pemecahan masalah matematika. Kedua, terdapat hubungan
kemampuan berpikir divergen dengan kemampuan pemecahan masalah
matematika. Ketiga, terdapat hubungan konsep diri dan kemampuan
berpikir divergen secara bersama-sama dengan kemampuan pemecahan
masalah matematika. Hasil perhitungan korelasi parsial menyatakan
bahwa terdapat hubungan positif konsep diri dengan kemampuan
pemecahan masalah matematika dengan mengontrol kemampuan
berpikir divergen, dan terdapat hubungan positif kemampuan berpikir
divergen dengan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan
mengontrol konsep diri.
Bibliografi : lembar 104-107


Ketersediaan
TM00000982TM 982UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2015.001)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 982
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pendidikan Dasar, PPS, UNJ., 2015
Deskripsi Fisik
xvi, 312 lembar : il. ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Konsep Diri
Kemampuan Berpikir
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Dian Septiyani
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik