Text
Toleransi beragama di Kampung Pancasila : studi etnografi pada anak usia dini di Desa Balun, Lamongan tahun 2015
RINGKASAN
A. Pendahuluan
Indonesia memiliki beragam agama yang telah hidup dan
berkembang selama berpuluh tahun di Indonesia. Keberagaman agama yang
ada di Indonesia ternyata tidak serta menjadikan masyarakat Indonesia
mampu untuk hidup rukun berdampingan, menghargai satu sama lain, saling
menghormati dan memiliki toleransi beragama yang kuat dalam
masyarakatnya. Faktanya di berbagai daerah telah terjadi berbagai konflik
antar umat beragama yang menyebabkan kerusuhan dan keresahan dalam
tatanan masyarakatnya.
Kondisi sebaliknya dapat ditemui peneliti pada suatu desa di
Kecamatan Turi. Desa yang memiliki toleransi antar umat beragama yang
indah serta terciptanya lingkungan sosial yang mencerminkan toleransi
beragama. Perilaku yang serupa juga terlihat pada anak usia dini dalam
kehidupan sehari-hari perilaku anak menunjukkan hal-hal yang positif seperti
anak terlihat membaur dengan teman-temannya yang lain tanpa
membedakan agama. Teori ekologi Brofenbrenner yang menyebutkan bahwa
anak-anak bertindak memengaruhi sistem dan dipengaruhi oleh sistem
(Santrock, 2012: 93). Sistem-sistem yang dimaksud yakni mikrosistem,
mesosistem, eksosistem, makrosistem, dana kronosistem. Konsep
selanjutnya adalah dari Lev Vigotsky yang menekankan terhadap dialog
kooperatif antara anak dan anggota masyarakat, sehingga dari sana anakanak
akan belajar budaya dari komunitasnya (Woolfolk, 2009: 68).
Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan mengetahui toleransi
beragama pada anak usia dini di Desa Balun, Lamongan tahun 2015.
Bibliografi : lembar 156-159
Tidak tersedia versi lain