Text
Hubungan berpikir kreatif dan kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SD Strada Bhakti Nusa
RINGKASAN
1. Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia menempatkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan di setiap jenis jenjang pendidikan. Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional, serta memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya di Sekolah Dasar (SD), yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, kritis, dan kreatif.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pada dasarnya peserta didik belum sepenuhnya menyadari bahwa kegiatan menulis adalah salah satu kegiatan yang penting dalam pembelajaran. Hal ini terlihat karena peserta didik tidak jarang mendapat nilai rendah pada mata pelajaran yang terkait dengan menulis. Faktor yang menyebabkan peserta didik mendapatkan nilai rendah pada mata pelajaran yang terkait dengan menulis adalah peserta didik kurang dapat berpikir dengan kreatif dalam menyampaikan ide yang ingin disampaikan serta kurang mampunya siswa dalam memahami bacaan dengan baik yang berkaitan dengan permasalahan atau kondisi yang akan ditulis oleh peserta didik.
2. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di SD Strada Bhakti Nusa Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Strada Bhakti Nusa. Sample penelitian ini adalah 40
iv
siswa dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan menulis cerpen siswa adalah tes uraian berupa karangan. Instrumen yang digunakan untuk mengukur berpikir kreatif berupa tes. Berdasarkan hasil pengujian validitas yang dilakukan diketahui bahwa dari 30 butir soal yang diujicobakan terdapat 6 butir soal yang drop yaitu butir nomor 2, 6, 15, 19, 22, dan 27. Perhitungan reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas sebesar α = 0,810. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman adalah tes pilihan ganda. Berdasarkan pengujian validitas yang dilakukan diketahui bahwa dari 35 butir soal yang diujicobakan terdapat 2 butir soal yang drop yaitu butir soal nomor 15 dan 28. Perhitungan reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas sebesar α = 0,875.
3. Hasil Penelitian
Instrumen teknik analisis data menggunakan teknik korelasi sederhana dan korelasi ganda serta teknik regresi sederhana dan ganda. Hasil penelitian mengemukakan bahwa: (1) terdapat hubungan positif antara berpikir kreatif dengan kemampuan menulis cerpen dengan r= 0,456, koefisien determinasi 0,2079 dengan regresi Ŷ=59,889 + 0,181x1 yang berarti apabila berpikir kreatif ditingkatkan satu poin, maka kemampuan menulis cerpen cenderung meningkat sebesar 0,181 pada konstanta 59,889. (2) kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menulis cerpen dengan r = 0,359, koefisien determinasi 0,1289 dengan regresi Ŷ=92,676 + 0,594x2 yang berarti apabila kemampuan membaca pemahaman ditingkatkan satu poin, maka kemampuan menulis cerpen cenderung meningkat sebesar 0,594 pada konstanta 92,676. (3) terdapat hubunga positif antara berpikir kreatif dan kemampuan membaca pemahaman secara bersama-sama dengan kemampuan menulis cerpen dengan r = 0,509, koefisien determinasi 0,2590 dengan regresi ganda Ŷ=73,642 + 0,1512x1 - 0,394x2 yang berarti setiap perubahan satu skor pada berpikir kreatif dan kemampuan membaca
v
pemahaman menyebabkan peningkatan kemampuan menulis cerpen sebesar 0,1512 pada konstanta sebesar 0,394.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) semakin tinggi berpikir kreatif maka semakin tinggi pula kemampuan menulis cerpen siswa, (2) semakin tinggi kemampuan membaca pemahaman siswa maka semakin tinggi pula kemampuan menulis cerpen siswa, (3) semakin tinggi berpikir kreatif dan kemampuan membaca pemahaman maka semakin tinggi pula kemampuan menulis cerpen siswa.
Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa yaitu (1) guru hendaknya cermat dalam memilih teks yang akan dijadikan sebagai media latihan bagi siswa. (2) pada kegiatan sebelum membaca guru hendaknya mengarahkan siswa untuk fokus pada teks bacaan yang akan diajarkan dengan cara menyampaikan pendapat atau pertanyaan terhadap teks yang dibacanya. (3) dalam proses pembelajaran guru hendaknya mengasah kemampuan berpikir siswa agar kemampuan berpikir kreatif siswa dapat terus terasah, dan (4) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia guru harus melakukan pembelajaran yang bervariasi dan bermakna sehingga siswa memiliki kecintaan untuk menulis sebagai sarana mengungkapkan idenya. Bibliografi : lembar 116-118
Tidak tersedia versi lain