Text
Pengaruh kepuasan dan pengambilan keputusan terhadap komitmen organisasi guru Sekolah Dasar BPK Penabur di Jakarta
RINGKASAN
ABSTRACT
The research objective is to understand comprehensively the effect of power and decision making on teacher’s organizational commitment in BPK PENABUR Primary School at Jakarta.
The research methodology is a survey method to form the causal path analysis. Research based on BPK PENABUR’s primary school teacher with total sample 178 teachers.
The research on the analysis conclude that (1) power has positive influence on organizational commitment, (2) decision making has positive influence on organizational commitment, and (3) power has positive influence on decision making.
Keywords: organizational commitment, power, decision making
Permasalahan yang kini sering muncul dalam pemberitaan dan masih saja mendapat sorotan bahwa persoalan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam mencapai tujuan pendidikan. Oleh karenanya, guru dituntut untuk mampu menjadi guru yang profesional dalam menjalankan tugasnya. Dalam mewujudkan guru yang profesional, dibutuhkan komitmen guru yang kuat pada tiap satuan pendidikan, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan. Permasalahan yang sering muncul adalah rendahnya komitmen guru di sekolah. Berbagai permasalahan yang muncul menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam visi dan misi yayasan BPK PENABUR di Jakarta, sebagai salah satu yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, belum dapat seutuhnya terwujud. Menurut Robbins dan Judge komitmen organisasi adalah, “the degree to which an employee identifies with a particular organization and its goals and wishes to maintain membership in organization”. Komitmen organisasi menunjukkan sejauh mana karyawan mengidentifikasikan dirinya dengan organisasi dan tujuan organisasi serta keinginan untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi diantaranya kekuasaan, seperti yang diungkapkan Colquitt, LePine, dan Wesson, “when a leader draws on personal sources of power such as expert power and referent power, a stronger emotional bond can be created with the employee, boosting affective commitment”. Sementara itu pengambilan keputusan juga mempengaruhi komitmen organisasi seperti yang diungkapkan Yukl, “the term commitment describes an outcome in which the target person internally agrees with a decision or request from the agent and makes a great effort to carry out the request or implement the decision effectively”. Pernyataan ini mengungkapkan bahwa komitmen terjadi ketika individu menyetujui keputusan dan melaksanakannya secara tepat.
Bibliografi : lembar 129-132
Tidak tersedia versi lain