Text
Pengaruh interaksi dalam keluarga dan percaya diri terhadap kemandirian anak : studi kausal pada Kelompok B di TK Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah tahun 2015
RINGKASAN
Kemandirian anak sangat diperlukan karena akan membantu anak sampai dewasa dalam kehidupannya bermasyarakat. Kemandirian sangatlah penting dalam kehidupan seseorang karena merupakan suatu proses pembentukan karakter yang positif. Meningkat kan kemandirian di mulai dari usia dini, yang dimulai pertama dari lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dalam pra- sekolah. Kemandirian perlu ditingkatkan dan di kembangkan pada tiap tahap perkembangan anak dan pada tiap jenjang pendidikan, yang di mulai dari pendidikan pra-sekolah sampai dengan perguruan tinggi.
Permasalahan dilapangan, anak TK usia 5-6 tahun masih banyak yang masih membutuhkan orangtuanya hanya sekedar untuk makan, minum, atau memakai baju. Padahal umur 5-6 tahun anak sudah bisa memakai baju sendiri, minum senidri, bahkan pergi sekolah tanpa di antar oleh orang tuanya. Kebiasaan orangtua untuk selalu melayani anak dalam berbagi hal juga menjadi kebiasaan bagi anak sampai usia remaja. Kebiasaan itu jika tidak dihentikan maka, orang tua menjadi penghabat bagi anak untuk bisa mandiri sampai usia lanjutnya. Interaksi yang berlebihan yang diberikan oleh orang tua juga bisa menjadi hambatan bagi anak untuk mandiri. Kurangnya pengetahuan orangtua dalam mendidik anak menjadi permasalahan yang berkelanjutan jika ini tidak dipangkas maka kedepan akan lahir generasi yang tidak bisa mandiri dalam mengaruhi kehidupan sesudah remaja dan dewasa.
Penelitian ini dibatasi pada kemandirian anak usia 5-6 tahun. Adapun yang menjadi factor-faktor yang mempengaruhi kemandirian anak yaitu;1) interaksi dalam keluarga, 2) percaya diri.
Metode penelitian
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan menjelaskan hubungan kausal dengan analisis jalur (path analysis).Hasil uji coba instrument interaksi dalam keluarga dari 30 butir yang di uji coba terdapat 24 yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,876.Hasil uji coba instrument percaya diri anak dari 25 butir yang diuji coba ada 20 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0, 893.Hasil uji coba instrument kemandirian anak dari 30 butir
4
instrument yang di uji coba ada 25 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0, 838.Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif dan statistika infrensial dengan teknik analisis jalur (path analysis).Pengujian persyaratan analisis dilakukan uji galat taksiran dengan menggunakan uji liliefors dan uji linearitas.
Hasil penelitian
Berdasarkan hasil analisis data dan perhitungan statistic, temuan hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: 1) Interaksi dalam keluarga (X1) tidak berpengaruh langsung positif terhadap kemandirian (X3) dengan koefisien korelasi 0, 114 dan koefisien jalur sebesar 1, 273. Artinya interaksi yang berlebihan akan mengakibatkan rendahnya kemandirian anak. 2) Percaya diri (X2) berpengaruh langsung positif terhadap kemandirian (X3) dengan koefisien korelasi 0,676 dan koefisien jalur sebesar 7,523. Artinya percaya diri anak tinggi akan mengakibat kan tingkat kemandirian anak juga tinggi. Interaksi dalam keluarga (X1) berpengaruh langsung positif terhadap percaya diri anak (X2) dengan koefisien korelasinya sebesar 0,251 dan koefisien jalur 2,106. Artinya interaksi dalam keluarga tinggi akan mengakibatkan percaya diri anak juga tinggi.
Simpulan
1. Tidak terdapat pengaruh langsung antara interaksi dalam keluarag terhadap kemandirian.
2. Terdapat pengaruh langsung antara percaya diri terhadap kemandirian.
3. Terdapat pengaruh langsung antara interaksi dalam keluarga terhadap percaya diri anak.
Implikasi
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung positif antara interaksi dalam keluarga terhadap kemandirian tidak terbukti. Implikasi dari temuan ini adalah interaksi dalam keluarga dibangun dengan mengarah kepada interaksi yang berlebihan maka akan mengakibatkan rendahnya kemandirian yang dimiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung positif antara
5
percaya diri terhadap kemandirian.Implikasi dari temuan ini kemandirian anak dapat ditingkatkan dengan percaya diri.Terdapat pengaruh langsung positif antara interaksi dalam keluarga terhadap percaya diri.Implikasinya dari temuan ini adalah semakin tinggi tingkat interaksi dalam keluarga maka mengakibatkan semakin tingginya percaya diri anak. Bibliografi : lembar 136-141
| TM00001364 | TM 1364 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2015.002) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain