Text
Pengaruh iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap efektivitas kerja guru SDIT Insan Mandiri Yayasan Rahmatan lil'alamin Jakarta
RINGKASAN
Penelitian ini didasarkan pada fakta tentang Sekolah Dasar Islam
Terpadu (SDIT) menjadi pilihan banyak orang tua di kota besar untuk
memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak mereka. Para orang tua murid
menilai kurikulum dan sistem pembelajaran di SDIT menghasilkan kualitas
pendidikan yang baik. Efektivitas kerja guru adalah kemampuan guru dalam
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya untuk
mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Dalam berbagai penelitian tentang
efektivitas kerja diketahui banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja
diantaranya iklim organisasi dan komitmen organisasi. Laurie J. Mullins
menjelaskan, “consideration must be given to developing an organizational
climate in which people work willingly and effectively. Sikap perhatian harus
diberikan untuk mengembangkan iklim berorganisasi dimana pekerja dapat
bekerja sepenuh hati dan efektif. Sedangkan Kreitner dan Kinicki
berpendapat, “organizational commitment reflects the extent to which an
individual identifies with an organization and is commited to its goals. It is an
important work attitude because committed individuals are expected to
display willingness to work harder to achieve organizational goals and a
greater desire to stay employed at an organization.” Kreitner dan Kinicki
menyatakan bahwa komitmen organisasi mencerminkan sejauh mana
seorang individu mengidentifikasi sebuah organisasi dan berkomitmen untuk
tujuan organisasi. Hal ini adalah sikap kerja yang penting karena individu
yang berkomitmen diharapkan menampilkan kemauan untuk bekerja lebih
keras demi mencapai tujuan organisasi dan keinginan yang lebih besar
untuk tetap dipekerjakan pada organisasi. Iklim organisasi juga
mempengaruhi komitmen organisasi sebagaimana dijelaskan Laurie J.
Mullins, “It might be expected that a healthy organisational climate would be
reflected by complete harmony in working relationships, and loyalty and
common commitment to the goals and objectives of the organisation.”
Menurut Laurie J. Mullins, dimungkinkan bahwa iklim organisasi yang sehat
v
dapat dicerminkan dalam keselarasan bekerjasama, kesetiaan dan keadaan
yang terbiasa dalam berkomitmen untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam
organisasi.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik kausal yang
menganalisis pengaruh antar variabel. Efektivitas kerja terdiri dari 36 butir
pernyataan terdapat 10 butir drop (invalid) menjadi 26 butir dan koefisien
reliabilitas r = 0.979. Iklim organisasi terdiri 36 butir pernyataan terdapat 7
butir drop (invalid) menjadi 29 butir dan koefisien reliabilitas r = 0.941.
Komitmen organisasi terdiri 36 butir pernyataan terdapat 8 butir drop (invalid)
menjadi 28 butir dan koefisien reliabilitas r = 0.959. Analisis data dengan
statistik deskriptif dan pengujian yang dilakukan adalah uji galat taksiran
menggunakan teknik Liliefors dan uji linieritas, teknik regresi dan korelasi
sederhana.
Menghitung pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat,
tercermin dari koefisien jalur. Hasil perhitungan analisis jalur, pengaruh iklim
organisasi terhadap efektivitas kerja nilai koefisien korelasi r13=0,451 dan
koefisien jalur p31=0,351. Perhitungan pengaruh komitmen organisasi
terhadap efektivitas kerja, menghasilkan nilai koefisien korelasi r23=0,429 dan
koefisien jalur p32=0,319. Perhitungan pengaruh iklim organisasi terhadap
komitmen organisasi menghasilkan nilai koefisien korelasi r12=0,315 dan
koefisien jalur p21=0,315. Penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi dan
komitmen organisasi berpengaruh langsung positif terhadap efektivitas kerja.
Artinya, efektivitas kerja meningkat dikarenakan oleh meningkatnya iklim
organisasi dan komitmen organisasi. Dengan demikian, implikasi hasil
penelitian ini, kepala sekolah hendaknnya memahami bahwa efektivitas kerja
guru dalam melaksanakan tugas untuk mewujudkan tujuan sekolah
dipengaruhi oleh iklim organisasi dan komitmen organisasi yang baik.
Ketepatan kepala sekolah dalam menentukan pola, sifat atau karakter
lingkungan sekolah serta kemampuannya membangun ikatan emosional guru
dapat mendukung, menunjang dan meningkatkan pekerjaan guru sehingga
efektivitas kerjanya meningkat.
Bibliografi : 101-104
| TM00001395 | TM 1395 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2015.005) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain