Text
Pengembangan kapasitas anak jalanan melalui pendidikan kesehatan (studi kasus: anak jalanan di rumah belajar yayasan keluarga anak langit)
ABSTRAK
CYNDI MEINITA, Pengembangan Kapasitas Anak Jalanan Melalui Pendidikan
Kesehatan. Skripsi. Jakarta. Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu
Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan
kapasitas anak jalanan melalui pendidikan kesehatan di rumah belajar Yayasan
Keluarga Anaklangit. Model konseptual pengembangan kapasitas kepribadian anak
mencangkup rangkaian proses pembelajaran, yakni pengetahuan (kognitif), sikap
(afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Ketiga domain tersebut merupakan modal
peserta didik melakukan sebuah tindakan, yang mana tindakan tersebut akan
memanfaatkan sumber daya yang dia miliki untuk mencapai sebuah tujuan hidup
sehat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam,
wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu
tiga anak jalanan dengan rentang usia 14-15 tahun. Informan kunci dalam penelitian
ini terdiri dari empat orang yaitu sekretaris dan pengurus rumah belajar. Pemeriksaan
keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi yang diperoleh melalui observasi
dan pengecekkan dengan hasil diskusi.
Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi anak
merupakan akibat keadaan ekonomi yang sulit sehingga mendorong mereka untuk
bekerja di jalanan. Pengetahuan yang rendah menimbulkan kesenjangan antara
informasi kesehatan dan praktek kesehatan. Akses untuk mendapatkan informasi
tentang kesehatan masih terbatas sehingga perlu adanya sosialisasi tentang
pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, rumah belajar YKA memperkenalkan mereka
ke dalam dua jenis pendidikan, yakni formal dan non-formal. Rumah belajar sebagai
pendidikan non-formal membekali mereka informasi-informasi kesehatan,
mengajarkan anak berlatih mandiri untuk menjaga kesehatannya, menanamkan nilai
dan norma kesehatan melalui Program Gerakan Anak Sehat. Tahap pelaksanaan
pembelajaran diisi dengan pembahasan materi kesehatan, pemeriksaan kesehatan,
asupan gizi, dan gerakan kesehatan Metode yang dipakai dalam PGAS pada dasarnya
ialah metode bermain yang digabung dengan metode tanya jawab dan ceramah.
Sedangkan media belajar yang digunakan adalah media sederhana yang ada di sekitar
rumah belajar. Hasil dari temuan penelitian menunjukkan peserta didik yang belatar
belakang anak jalanan mampu menggunakan sumber daya kemampuan berupa
kognitif, afektif, psikomotorik dalam mencapai tujuan hidup sehat. Berbekal informasi
dan pengetahuan kesehatan, anak terbentuk menjadi keperibadian yang baik,
mempunyai rasa mandiri, tanggung jawab, dan mampu bertindak dalam mengambil
keputusan untuk menjaga dirinya dengan menghindari kebiasaan buruk dan
membentuk kebiasaan menguntungkan kesehatan.
Kata Kunci: anak jalanan, pengembangan kapasitas, pendidikan kesehatan
Tidak tersedia versi lain