Text
Dampak banjir laut pasang (ROB) terhadap aktivitas pariwisata di kawasan obyek wisata pantai Marunda kecamatan Cilincing, Jakarta Utara(studi kasus di rumah Si Pitung, Masjid Al-Alam dan pantai Marunda)
ABSTRAK
ISMI IMARFAH. Dampak Banjir Laut Pasang (Rob) Terhadap Aktivitas Pariwisata Di Kawasan Obyek Wisata Pantai Marunda Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak banjir laut pasang (rob) terhadap aktivitas pariwisata di Kawasan Obyek Wisata Pantai Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara serta pemecahan masalah untuk mengatasi dampak tersebut dengan menghubungkan tanggapan dari Pengelola Obyek Wisata, Pelaku Usaha dan Pemangku Kebijakan. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Obyek Wisata Pantai Marunda, pada bulan September - November 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei. Dalam penelitian ini, penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai dilakukan secara purposive yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Pertimbangan tersebut adalah orang yang paling mengetahui mengenai banjir laut pasang (rob), aktivitas pariwisata serta pemecahan masalah dalam mengatasi dampak yaitu 3 Pengelola Obyek Wisata, 7 Pelaku Usaha dan 3 Pemangku Kebijakan dari Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara dan Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara dan teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan menggunakan tabel cross-check.
Hasil penelitian menunjukkan dampak banjir laut pasang (rob) terhadap aktivitas pariwisata sebagai berikut: (1) rusaknya sarana prasarana dan lingkungan obyek wisata; (2) aktivitas pariwisata terganggu; (3) menurunnya jumlah pengunjung 30 – 60%; (4) menurunnya pendapatan wisata 40 – 80%; (5) adanya rencana Pemangku Kebijakan dalam mengatasi banjir laut pasang (rob), rencana tersebut adalah pembuatan tanggul setinggi 5 meter dan sepanjang 5.057 meter dan mengaktifkan fungsi pintu air oleh Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta, perbaikan dan peninggian jalan setinggi 20 – 60 cm oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara serta penanaman bakau di pesisir pantai oleh Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Utara.
Berdasarkan hasil pembahasan cross check data dalam penelitian bahwa dampak banjir laut pasang (rob) masih akan melanda disebabkan belum adanya kesepakatan antara Pengelola Obyek Wisata dan Pelaku Usaha dengan Pemangku Kebijakan mengenai rencana dalam mengatasi permasalahan dampak banjir laut pasang (rob) di Kawasan Obyek Wisata Pantai Marunda.
Kata Kunci: Banjir Laut Pasang (Rob), Wisata
Bibliografi : lembar 101-102
Tidak tersedia versi lain