Text
Pengaruh air lindi tempat pembuangan akhir sampah terhadap kualitas air tanah dangkal di sekitarnya : studi kasus di TPA sampah Rawa Kucing kelurahan Kedaung Wetan kecamatan Neglasari kota Tangerang
ABSTRAK
YAENAL FEBRI SUSANTO, Pengaruh Air Lindi Tempat Pembuangan Akhir
Sampah Terhadap Kualitas Air Tanah Disekitarnya, (Studi Kasus TPA Rawa
Kucing Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari Kota Tangerang).
Skripsi, Jakarta: Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri
Jakarta, 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air lindi tempat
pembuangan akhir sampah Rawa Kucing terhadap kualitas air tanah sekitarnya di
Kelurahan Kedaung Wetan Kecamatan Neglasari Kota tangerang. Penelitian ini
dilakukan pada bulan Agustus sampai Desember 2015. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survey, yaitu pengamatan,
pengukuran dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang diteliti dengan
analisa laboratorium. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik area
sampling dengan mempertimbangkan aliran air tanah dan jarak lokasi dengan TPA
sampah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 5 sampel yang berada pada jarak 230
m, 330 m, 430 m, 530 m dan 630 m dari TPA. Parameter yang diteliti pada penelitian
ini adalah Suhu, Kekeruhan, pH, TDS, BOD, DO, PO4, Nitrat, Total coliform.
Analisis data yang digunakan untuk tingkat kualitas air lindi adalah dengan
membandingkan data hasil pengukuran dengan PP No. 82 Tahun 2001 (kelas II) dan
untuk mengetahui tingkat kualitas air tanah dangkal adalah dengan membandingkan
hasil pengukuran laboratorium dengan PP No. 82 tahun 2001 (kelas I).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas air lindi sampah (leachate)
dari TPA sampah Rawa Kucing hampir semua parameter yang diteliti telah
melampaui ambang batas baku mutu Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001
tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Kelas II) adalah
TDS, BOD, nitrat, DO, posphat, total coliform. Kualitas air tanah yang telah tercemar
dan melewati ambang batas baku mutu air bersih menurut PP No. 82 Tahun 2001
(Kelas I), yaitu pada jarak 230 meter dari TPA adalah kekeruhan, BOD, DO, dan
fosfat. Pada jarak 330 meter dari TPA adalah kekeruhan, BOD, DO, dan fosfat. Pada
jarak 430 meter dari TPA adalah BOD, DO dan fosfat. Pada jarak 530 meter dari
TPA adalah BOD dan fosfat. Pada jarak 630 meter dari TPA adalah BOD. Selain
adanya pengaruh dari TPA pada semua lokasi sampel juga dipengaruhi oleh zat
pencemar lain, seperti sepitank, limbah deterjen hasil pencucian, drainase, tumpukan
sampah, air selokan dan tempat pembuangan sampah sementara. Untuk indeks
pencemaran (IP) pada lokasi sampel yang berjarak 230 – 530 meter dari TPA
tergolong tingkat tercemar sedang untuk kualitas air bersih. Sedangkan pada lokasi
sampel yang berjarak 630 meter dari TPA tergolong tingkat tercemar ringan untuk
kualitas air bersih.
Kata kunci : TPA Sampah Rawa Kucing, Air lindi, Kualitas air tanah.
Bibliografi : lembar 93-95
| SS00008367 | SK 8367 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2016.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain