Text
Eksperimentasi zat pewarna alam limbah organik pasar Cengkareng pada serat agel
ABSTRAK
Lailatul Masruroh, 2015. Eksperimentasi Zat Pewarna Alam Limbah Organik Pasar Cengkareng pada Serat Agel. Skripsi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Pembimbing: Dr. Cut Kamaril Wardani.
Tujuan penelitian ini adalah menemukan formula ZPA yang berasal dari pengolahan limbah organik yang ada pada pasar cengkareng dan menghasilkan turunan warna melalui eksperimentasi ZPA limbah organik pasar cengkareng pada serat agel. Hal itu berdasarkan latar belakang fakta pentingnya penggunaan kembali zat pewarna alam dan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kemudian instrumen yang digunakan adalah prosedur eksperimen dan tabel pengamatan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian akan dilakukan di Jl. Nurul Huda, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Proses penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yang telah ditentukan, mulai dari persiapan sampai pada hasil eksperimentasi. Pada proses persiapan dilakukan dengan cara menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Kemudian mengolah bahan ZPA dengan cara ekstraksi menggunakan air melalui proses perebusan dengan takaran 400 gram/2 liter selama satu jam. Dalam pengolahan serat agel perlu dilakukan pemilihan serat yang baik dan tidak terlalu tipis karena akan mempengaruhi hasil warna. Pada proses pewarnaan perlu dilakukan proses mordanting terlebih dahulu pada serat dengan takaran 50 gram/1 liter. Pada proses pewarnaan serat dilakukan dengan tiga cara yaitu secara panas, dingin dan rebus. Kemudian yang terakhir adalah proses fiksasi untuk menghasilkan warna berbeda serta meningkatkan ketahanan warna pada serat dengan menggunakan tawas, kapur dan tunjung dengan takaran 10 gram/1 liter, 30 gram/ liter dan 50 gram/liter. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa limbah organik yaitu limbah kulit bawang merah, sabut kelapa dan mahkota nenas Palembang dapat dijadikan sebagai bahan zat pewarna alam pada serat agel. Kemudian kesimpulan yang diperoleh diantaranya adalah bahan ZPA limbah pasar yang menghasilkan warna paling kuat adalah limbah kulit bawang merah, Dari ketiga cara pewarnaan yang telah dilakukan, yang paling cepat menaikkan warna pada serat agel adalah pewarnaan dengan cara direbus. Warna yang dihasilkan dari fiksasi tunjung menjadikan warna semakin tua, sedangkan dengan fiksasi tawas dan kapur menjadikan warna lebih muda dan dari hasil pewarnaan ZPA disertai proses fiksasi masing-masing ZPA menghasilkan 45 jenis warna dan 4 turunan warna.
Kata kunci: Eksperimentasi, Zat Pewarna Alam, Limbah Organik, Serat Agel.
ABSTRACT
Lailatul Masruroh, 2015. Eksperimentation of natural dyes from organic waste cengkareng traditional market on agel fiber. Skripsi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Pembimbing: Dr. Cut Kamaril Wardani.
The purpose of this research is to find natural dyes formula from organic waste treatment in Cengkareng traditional market and produce deritative of colors through experimentation of natural dyes on agel fiber. It is based on the awareness of importancy in reusing natural dyes to protect the environment. The research used descriptive qualitative method. Then, experimental procedures, observation, interview and documentation are used as research instruments. This research conducted in Jl Nurul Huda, Cengkareng Timur, East Jakarta. Research process carried out by several stages which has been determined, started from preparation to the result of research. The preparation process is done by setting up tools materials needed. Then, material of natural dyes processed by extraction using boiling water of 400 gram/2 litres of water during one hour. In fiber processing, there is need to do selection of good fiber and make sure it is not too thin, cause it could affect the color result. Prior coloring process, mordanting on fiber should be done using 50 gram/1 litres of water. The result of the research prove that organic waste such as waste of red union skin, coconut husk, and pineapple crown of Palembang can be used as material of natural dyes on agel fiber. Then, conclusions are obtained such as: material of natural dyes that produce the most powerful color is waste of red union skin, from the third way of coloring that has been done, coloring by boiling can rapidly produce color on fiber. The color produced by the lotus fixation makes the color of fiber darker. Then, with fixation of alum and calcium oxide, the color of fiber is lighter than coloring by natural dyes with fixation process, the result of this research are 45 kind of colors and 4 deritative of colors.
Keywords: Experimentation, Natural Dyes, Waste of Organic, Agel fiber
Bibliografi : lembar 146-149
| SS00008523 | SK 8523 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.02.2016.002) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain