Text
Sosialisasi nilai-nilai kebuddhaan (studi kasus sekolah menengah pertama Buddhis Silaparamita)
ABSTRAK
Nevia Aliza, Sosialisasi Nilai-Nilai Kebuddhaan (Studi Kasus: SMP Buddhis
Silaparamita, Cipinang Jaya, Jakarta Timur). Skripsi. Jakarta : Jurusan Sosiologi,
Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta
Timur, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis sosialisasi nilai-nilai
kebuddhaan di SMP Buddhis Silaparamita, yaitu melalui beberapa upaya atau metode
pembelajaran di dalam kelas. Penggunaan metode tersebut pada nilai-nilai yang
ditanamkan kemudian dapat diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan seharihari.
Penelitian ini menggunakkan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data
penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kelima murid,
satu wakil kepala sekolah bagian kurikulum, satu wakil kepala sekolah bidang
kesiswaan dan satu guru Pendidikan Agama Buddha. Dari data yang diperoleh
tersebut dapat dikonstruksikan dalam temuan penelitian.
Temuan penelitian memperlihatkan adanya kegagalan dalam proses pembelajaran
meditasi. Kegagalan ini terlihat dari kelemahan struktur dan agen sosialisasi pada
sekolah yang tidak menindaklanjuti proses sosialisasi penanaman nilai – nilai.. Guru
sebagai agen sosialisasi tidak mampu mengembangkan metode pembelajaran dengan
memanfaatkan berbagai media yang telah tersedia di dalam kelas. Sehingga terlihat
tidak maksimal dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas. Cepat membuat anak
merasa bosan dan mengantuk. Struktur atau manajemen di sekolah sebenarnya sudah
baik dengan mengupayakan meditasi sebagai media dalam penanaman nilai-nilai
kebuddhaan. Namun, tidak adanya tindak lanjut dari sekolah setelah melakukan
meditasi tersebut yang membuat nilai-nilai kebuddhaan tidak terinternalisasi dengan
baik dalam diri peserta didik. Lebih dari itu segala aspek yang meliputi ranah
kognitif, afektif dan psikomotorik ikut terhambat dan kurang mengalami
perkembangan yang semestinya. Tujuan dilakukannya meditasi agar manusia dapat
memusatkan pikiran kepada hal-hal yang bersifat religius. Namun, meditasi yang
dilakukan di sekolah kenyataannya belum menjadi solusi dalam menginternalisasi
nilai-nilai kebuddhaan kepada siswa.
Kata Kunci: Meditasi, Sosialisasi, Nilai Kebuddhaan
| SS00008708 | SK 8708 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2015.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain