Text
Peningkatan hasil belajar mata pelajaran pengantar pariwisata materi pelayanan prima dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role play) di SMK Negeri 2 Baleendah Bandung.
ABSTRAK
TIFFANY MUTIA.K, Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pengantar
Pariwisata Materi Pelayanan Prima Dengan Menggunakan Model
Pembelajaran Bermain Peran (Role Play) di SMK Negeri 2 Baleendah, Bandung
: Program Studi Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri
Jakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action
research) dengan melakukan tindakan sebanyak 3 siklus. Masing-masing siklus
terdiri dari 4 tahap yaitu : 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan, 4).
Refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada
mata pelajaran pengantar pariwisata materi pelayanan prima dengan menggunakan
model pembelajaran bermain peran (role play).
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, pengamatan dan wawancara.
Teknik analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dimana
pendekatan kualitatif yaitu mengukur respon dan sikap siswa, kegunaan pendekatan
kuantitatif yaitu untuk mengukur hasil belajar siswa.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam kelas X kecantikan kulit
SMK Negeri 2 Baleendah, Bandung dengan jumlah siswa 20 orang. Alokasi waktu
pada masing-masing siklus 2 x 45 menit pada tanggal 19 Februari- 5 Maret 2014.
Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran
bermain peran (role play) pada mata pelajaran pengantar pariwisata materi pelayanan
prima dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X kecantikan. Sebelum
dilaksanakannya penelitian hanya 25% siswa yang mampu mencapai nilai KKM,
kemudian setelah dilakukan penelitian 90% siswa mampu mencapai nilai lebih dari
KKM. Perolehan nilai rata-rata kelas meningkat dari pre test dan pos test mulai dari
siklus I sampai siklus III. Pada pelaksanaan pre test perolehan nilai rata-rata siklus I
yaitu 54 nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 40, kemudian perolehan nilai rata-rata
post test siklus I yaitu 68 dengan nilai tertinggi 80. Peningkatan belajar siswa dapat
dilihat dari perolehan rata-rata pre test siklus II 65,5 dengan nilai tertinggi 80,
kemudian pada post test didapat perolehan rata-rata 72,8 dengan nilai tertinggi 90.
Pada siklus akhir pencapaian rata-rata 71 dengan nilai tertinggi 90, perolehan post
test pada siklus III yaitu 83,5 dengan nilai tertinggi 100.
Kata Kunci : Peningkatan Hasil Belajar, Model Pembelajaran Bermain Peran (Role
Play), Pelayanan Prima.
Bibliografi: lembar 110
Tidak tersedia versi lain