Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Evaluasi program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMK Negeri 9 Kota Bekasi

Leksono, Agung Budi - Nama Orang;

RINGKASAN
A. Pendahuluan
Pendidikan vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
mendapatkan tantangan yang cukup berat dengan dibukanya Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA). Data yang disampaikan oleh Direktur Departemen Riset
organisasi buruh internasional (ILO), Raymond Torres dalam publikasi Global
Employment Trends 2014 menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di seluruh
dunia pada tahun 2013 hampir 202 juta orang dimana Indonesia merupakan
bagian dari jumlah tersebut. Kelompok yang terbesar dari jumlah pengangguran
ini bukan berasal dari kalangan yang putus sekolah karena miskin, melainkan
dari lulusan Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi. Salah satu solusi dari
masalah pengangguran di Indonesia adalah dengan memperkuat pendidikan
kejuruan atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar Indonesia memiliki
sumber daya manusia yang terampil dalam bekerja.
Salah satu konsepsi pada pendidikan kejuruan adalah sistem magang
bagi peserta didik. Di Indonesia sistem magang pada SMK disebut Pendidikan
Sistem Ganda (PSG), dan saat ini disebut Praktik Kerja Industri (Prakerin).
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang saat ini dikenal dengan istilah Praktek
Kerja Industri (Prakerin) berawal dari gagasan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Wardiman Djojonegoro sejak Pelita VI yang telah memperkenalkan
kebijakan baru untuk perubahan pendidikan kejuruan yang disebut “link and
match”. Kebijakan program praktek kerja industri menuntut sekolah dan dunia
usaha dan industri secara bersama menentukan konsep agar terciptanya
kesesuaian antara kompetensi yang diperoleh peserta didik di sekolah dengan
kebutuhan di dunia usaha dan industri.
Pada kenyataannya pelaksanaan program praktek kerja industri di
lapangan sangat beragam antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Hal ini
dipengaruhi beberapa faktor antara lain: (1) keterbatasan jumlah industri; (2)
keterlibatan industri; (3) kesesuaian program diklat keahlian; (4) kemampuan
dasar siswa; (5) keterbatasan fasilitas sekolah; (6) keterbatasan kemampuan
manajemen kepala sekolah; dan (7) sistem penelusuran tamatan. Akibatnya dari
keberagaman tersebut akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dari
program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) itu sendiri.
Dari permasalahan tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian
secara mendalam yang berupa evaluasi kebijakan Program Pendidikan Sistem
Ganda (PSG) Program Keahlian Perbankan di SMK Negeri 9 Kota Bekasi.
B. Metode Penelitian
Metode penelitian evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kualitatif jenis evaluasi program. Berdasarkan karakteristik program
yang akan diteliti, yaitu program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMKN 9
Bekasi, maka ditetapkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian evaluasi program model logic.
C. Hasil Penelitian
Penelitian evaluasi Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada
Program Keahlian Perbankan di SMKN 9 Kota Bekasi dilakukan menggunakan
pendekatan Logic Model yang memiliki empat komponen yaitu: 1) input, 2)
activities, 3) Output, 4) Outcomes. Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di
SMKN 9 Kota Bekasi tidak saja hanya melibatkan siswa sebagai pelaku program
PSG tersebut, tetapi juga melibatkan guru, dan dunia usaha/industri yang
menjadi tempat dilaksanakannya Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
tersebut. Siswa yang melaksanakan Program PSG adalah siswa kelas XI yang
diharapkan sudah mendapatkan bekal terkait kompetensi keahlian yang
dibutuhkan saat melaksanakan Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
1. Evaluasi Komponen Input
Evaluasi pada komponen input merupakan pengukuran terhadap suatu
proses yang menjadi masukan dalam keterlaksanaan program Pendidikan
Sistem Ganda (PSG). Evaluasi pada komponen ini meliputi rekruitmen calon
siswa, persyaratan administrasi guru produktif, kurikulum, sarana dan
prasarana hingga pembiayaan. Kelima aspek tersebut diharapkan dapat
memberikan gambaran yang jelas bagaimana komponen input tersebut dapat
berkontribusi terhadap keterlaksanaan Program PSG yang dilaksanakan oleh
SMKN 9 Kota Bekasi.
Hasil evaluasi komponen input pada aspek rekruitmen calon siswa
adalah siswa baru yang diterima di SMKN 9 Kota Bekasi 100% telah
dinyatakan tamat atau lulus dari jenjang pendidikan SMP/MTs atau yang
sederajat, 100% siswa baru memiliki SKHUN saat mendaftar, dan 100%
calon siswa mengikuti tes peminatan yang dilaksanakan oleh panitia
penerimaan peserta didik baru. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan
Walikota Bekasi Nomor 422.1/Kep.280-Disdik/VI/2015 pada Bab III tentang
persyaratan dan tata cara penerimaan calon peserta didik baru pasal 8 pada
nomor 3 butir a yang berbunyi: Persyaratan PPDB untuk calon peserta didik
jenjang SMK adalah telah lulus SMP/MTS atau yang sederajat, memiliki
Ijazah dan daftar Nilai UN bagi lulusan tahun pelajaran 2014/2015 dan tahun
pelajaran 2013/2014.
Hasil evaluasi komponen input pada aspek persyaratan administrasi
guru produktif adalah 100% guru produktif yang mengajar di SMKN 9 Kota
Bekasi memiliki pendidikan S1, mengajar sesuai Ijazah, jumlah guru yang
memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun sebanyak 83,33%, dan
memiliki pengalaman diklat atau magang.
Hasil evaluasi komponen input pada aspek kurikulum adalah
pengembangan kurikulum di SMKN 9 melibatkan industri, yang dibuktikan
dengan adanya kerjasama dalam bentuk MOU. Pada aspek sarana
prasarana, hasil evaluasi menunjukan persentase sarana dan prasarana yang
masih layak pakai adalah 80%, sedangkan yang tidak layak pakai sebesar
20%. Hasil evaluasi pada aspek pembiayaan adalah Pembiayaan terkait
program PSG di SMKN 9 Kota Bekasi bersumber dari dana BOS yang
diberikan oleh pemerintah berdasarkan RKAS.
2. Evaluasi Komponen Activities
Activities adalah komponen yang kedua dalam evaluasi program
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di SMKN 9 Kota Bekasi yang menggunakan
pendekatan Logic Model. Komponen activities memiliki empat aspek yaitu
proses praktek kerja siswa di industri, kegiatan belajar mengajar di sekolah,
identitas industri dan kompetensi instruktur.
Aspek proses praktek kerja siswa di industri memiliki empat kriteria
evaluasi (indicator) yaitu Pekerjaan yang dilatihkan di industry sesuai dengan
kompetensi program keahlian siswa, waktu pelaksanaan praktek kerja
minimal 2 bulan, pengisian jurnal oleh siswa 100%, dan guru melakukan
monitoring minimal 3 kali.
Berdasarkan data yang diperoleh saat observasi, dapat diketahui
bahwa siswa yang mengikuti program PSG mendapatkan tempat sesuai
dengan program keahlian perbankan sebanyak 64 siswa (58,18%),
sedangakan 46 siswa lainnya (41,28%) mendapatkan tempat PSG tidak
sesuai dengan program keahlian perbankan, sehingga indicator ini
mendapatkan nilai cukup, yang berarti masih perlu ditingkatkan dan
disempurnakan sesuai persyaratan.
Hasil evaluasi terhadap aspek proses praktek kerja siswa di industry
menunjukan bahwa 100% siswa SMKN 9 Kota Bekasi melaksanakan praktek
kerja (PSG) selama 3 bulan, sehingga masuk dalam kategori baik, yang
artinya sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan dan perlu dipertahankan.
Berdasarkan data observasi dapat diketahui bahwa100% siswa mengisi jurnal
yang telah disiapkan oleh sekolah sebagai bahan untuk penyusunan laporan
keterlaksanaan PSG. Pada pelaksanaan PSG di SMKN 9 Kota Bekasi, guru
pembimbing melakukan monitoring minimal 3 kali. Yaitu saat mengantar,
selama pelaksanaan dan pada saat menjemput.
Hasil evaluasi aspek kegiatan belajar mengajar di sekolah menunjukan
bahwa penguasaan guru dalam penyiapan administrasi pembelajaran masuk
dalam kategori baik. Penguasaan guru dalam penyajian materi di SMKN 9
Kota Bekasi masuk dalam kategori baik. Penguasaan guru dalam
penggunaan metode/model pembelajaran yang bervariasi dinilai baik, sudah
tepat karena sudah memenuhi persyaratan dan perlu untuk dipertahankan.
Aspek identitas industry pada komponen activities menunjukan bahwa
tempat praktek kerja siswa yang sesuai dengan program keahlian perbankan
sebanyak 58,18% sedangkan tempat praktek kerja siswa yang tidak sesuai
dengan program keahlian perbankan sebanyak 41,28%. Sehingga masuk
dalam kategori cukup, yang berarti bahwa masih perlu ditingkatkan dan
disempurnakan sesuai persyaratan. Indikator pengalaman institusi pasangan
dalam menerima siswa PSG pada aspek identitas industry meunjukan bahwa
pengalaman institusi pasangan menerima siswa praktek kerja minimal 1
tahun masuk dalam kategori cukup dengan skor 3,33, yang berarti bahwa
kerjasama dengan institusi yang memiliki pengalaman dalam menerima siswa
praktek perlu ditingakatkan dan disempurnakan.
Aspek kompetensi instruktur dalam pelaksanaan program PSG setelah
di evaluasi menunjukan bahwa instruktur yang sesuai dengan latar belakang
pendidikannya sebanyak 58,18%, dan yang tidak sesuai dengan latar
belakang instrukturnya sebanyak 41,28%. Meskipun demikian, walaupun ada
ketidak sesuaian kompetensi instruktur dengan program keahlian siswa,
tetapi 100% instruktur menguasai kompetensi praktek siswa, dan
memberikan pengarahan dalam bekerja yang sesuai standar perusahaan.
3. Evaluasi komponen output
Komponen output memiliki dua aspek yang dapat dievaluasi, yaitu
aspek penilaian hasil kerja siswa, dan hasil Ujian Kompetensi. Penilaian hasil
praktek kerja siswa dilaksanakan selama dan setelah menyelesaikan program
PSG.
Hasil evaluasi aspek penilaian hasil praktek kerja siswa menunjukan
bahwa nilai rata-rata keseluruhan penilaian praktek kerja adalah 83,46,
dengan nilai tertinggi 90,00 dan nilai terendah 75,00. Berdasarkan data
tersebut dapat diketahui bahwa nilai minimum yang dicapai siswa untuk
seluruh aspek adalah 70, sehingga kriteria evaluasi atau indikator tersebut
tercapai atau dalam kategori baik, dan perlu dipertahankan. Setelah selesai
melaksanakan program PSG, 100% siswa melakukan pelaporan tentang
kegiatan PSG sesuai mekanisme laporan yang diterbitkan sekolah. Dan
setelah melaksanakan program PSG, 100% siswa peserta PSG
mendapatkan sertifikat atau surat keterangan telah melaksanakan program
PSG dengan ratio 1:1.
Aspek hasil ujian kompetensi menunjukan bahwa nilai rata-rata ujian
kompetensi SMKN 9 Kota Bekasi 76,20 dengan nilai tertinggi 82,40 dan nilai
terendah 70,30. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa 100%
siswa peserta Ujian Nasional Komponen Produktif mendapatkan Nilai ≥ 70.
4. Hasil evaluasi komponen Outcomes
Komponen keempat dalam evaluasi program melalui pendekan Logic
Model adalah outcomes. Pada komponen ini terdapat 2 aspek yang akan
dievaluasi yaitu serapan tamatan di dunia kerja dan masa tunggu.
Berdasarkan data yang diperoleh saat observasi di SMKN 9 Kota
bekasi diperoleh data bahwa dari 69 lulusan di T.P 2013/2014 yang bekerja
sebanyak 27 siswa (39,13%), sedangkan tamatan yang melanjutkan kuliah
sebanyak 13 siswa (18,84%), dan yang tanpa keterangan sebanyak 29 siswa
(42,03%). Berdasarkan data serapan tamatan diketahui bahwa lulusan yang
bekerja sesuai dengan program keahlian perbankan hanya ada 2 dari 69
lulusan (2,90%). Berdasarkan data tersebut dapat diketehui bahwa belum ada
kerjasama (MOU) yang berkelanjutan secara resmi dalam perekrutan tenaga
kerja terutama program keahlian perbankan. Selain itu hasil evaluasi
menunjukan bahwa tamatan Tahun Pelajaran 2013/2014 yang bekerja
sebanyak 27 siswa (39,13%) sedangkan yang bekerja pada bidang
perbankan atau jasa keuangan hanya 2 siswa (2,90%) dari 69 tamatan
program keahlian perbankan. Tamatan yang kuliah sebanyak 13 siswa
(18,84%), dan tamatan yang kuliah sesuai dengan program keahlian
perbankan hanya 1 siswa (1,45%). Dan 29 siswa lainnya (42,03%) tidak ada
keterangan. Masa tunggu tamatan SMKN 9 Kota Bekasi yang sudah bekerja
kurang dari 6 bulan, tetapi karena jumlah yang belum bekerja lebih banyak
dibanding yang telah bekerja, maka masa tunggu tamatan di SMKN 9 Kota
Bekasi masuk dalam kategori kurang, sehingga perlu di tinjau ulang dan
dilakukan perbaikan di bagian-bagian yang dianggap perlu.
D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan, dapat disimpulkan
bahwa Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang dilaksanakan di SMKN 9
Kota Bekasi berdasarkan evaluasi program yang menggunakan pendekatan
Logic Model, komponen input, activities dan output masuk dalam kategori baik
sehingga dapat dipertahankan, sedangkan komponen outcomes masuk dalam
kategori kurang, sehingga perlu adanya perbaikan-perbaikan sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan.
E. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa hal yang dapat
direkomendasikan oleh peneliti kepada SMKN 9 Kota Bekasi, diantaranya
adalah 1) Perlu dilakukan MoU yang lebih luas dengan dunia usaha dan industry
agar tamatan dapat terserap di dunia kerja, 2) Perlu dilakukannya penelusuran
tamatan yang lebih sistematis agar data lulusa dapat terbarukan setiap tahun, 3)
Perlu diadakan bursa kerja agar dapat menyerap lulusan, 4) Perlu dilakukan
peningkatan kompetensi guru dan peserta didik agar kepercayaan masyarakat
dan dunia industri semakin tinggi.
Bibliografi : lembar 172-174


Ketersediaan
TM00001439TM 1439UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2016.006)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 1439
Penerbit
Jakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana UNJ., 2016
Deskripsi Fisik
ix, 314 lembar ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Evaluasi Program
Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Agung Budi Leksono
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik