Text
Pengaruh optimisme dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta di Kecamatan Makasar Jakarta Timur
RINGKASAN
Masalah kinerja guru telah menjadi tantangan besar di berbagai
institusi pendidikan sekolah swasta. Khusus untuk SMA wilayah Jakarta
Timur jumlah SMA swasta lebih unggul dibanding SMA negeri. Namun
banyaknya sekolah belum tentu dapat memenuhi semua kebutuhan sekolah
di dalamnya. Hal ini disebabkan karena terjadinya kekurangan guru dan
minat siswa untuk bersekolah di sekolah swasta. Hal ini dapat dibuktikan
pada data BPS DKI Jakarta tahun 2014/2015 menyatakan bahwa SMA
swasta Jakarta Timur hanya memiliki 1725 guru dengan jumlah murid yang
cukup padat yaitu 15.503 orang. Akibatnya guru mengalami kepadatan
jadwal dalam mengajar serta kepadatan rombongan belajar (murid), sehingga
dapat mempengaruhi tingkat kinerja dan kualitasnya di SMA swasta
khususnya wilayah Jakarta Timur. Permasalahan mengenai kinerja muncul
karena dipicu oleh beberapa faktor; diantaranya karena tingkat optimisme
yang dirasa kurang atau rendah dan kurangnya kepuasan kerja guru
terhadap sekolah. Carolyn M. Youssef dan Fred Luthans dalam penelitiannya
menyatakan bahwa, “only employee optimism was significantly positively
related to performance”. Hanya optimisme karyawan yang memiliki pengaruh
positif yang signifikan terhadap kinerja. Faktor lain yang dapat mempengaruhi
kinerja adalah kepuasan kerja. Colquitt, et.al mengatakan bahwa, “job
satisfaction has a moderate positive affect on job performance”. Kepuasan
kerja memilki pengaruh positif pada kinerja. Optimisme juga berpengaruh
positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini dipaparkan oleh Biswas dan Dean
berpendapat bahwa, “Optimism is a wonderful strength, and coaches who
can instill optimism in their clients can easily grow a successful practice full of
satisfied clients”. Optimisme adalah kekuatan yang indah serta dapat melatih
orang agar mampu menanamkan optimisme kepada klien mereka, sehingga
v
dapat dengan mudah dan berhasil menciptakan kepuasan kepada banyak klien.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik korelasi dan teknik analisis jalur (Path Analysis). Pemilihan sampel diambil sebanyak 98 sampel. Hasil analisis uji coba instrumen kinerja dari 35 butir yang diujicobakan, terdapat 5 butir yang tidak valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,919. Hasil analisis uji coba instrumen optimisme dari 35 butir yang diujicobakan, terdapat 4 butir tidak valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,936. Hasil analisis uji coba instrumen kepuasan kerja dari 35 butir yang diujicobakan, terdapat 2 butir yang tidak valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,957.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) optimisme berpengaruh langsung positif terhadap kinerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,419 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,317. Artinya meningkatnya optimisme diharapkan kinerja akan lebih meningkat; 2) kepuasan kerja berpengaruh langsung positif terhadap kinerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,428 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,330. Artinya meningkatnya kepuasan kerja diharapkan kinerja akan lebih meningkat 3) optimisme berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,309 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,309. Artinya meningkatnya optimisme diharapkan kepuasan kerja akan lebih meningkat Implikasi dari penelitian ini adalah upaya meningkatkan optimisme dengan cara memiliki sikap loyal, andal, cakap berkomunikasi, dapat mengatasi situasi tertentu, semangat, gigih, tekun dan ulet dalam bekerja, serta upaya peningkatan kepuasan kerja guru dengan menciptakan lingkungan yang saling mendukung satu sama lain di antara guru.
vi Bibliografi : lembar 109-111
Tidak tersedia versi lain