Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh komunikasi organisasi dan motivasi terhadap komitmen organisasi pegawai Tata Usaha Yayasan Hangtuah Jakarta

Kurniawan - Nama Orang;

RINGKASAN
Komitmen organisasi atau dalam istilah bahasa inggris yaitu
“organizational commitment” merupakan salah satu variabel dari perilaku
organisasi. Berikut adalah definisi mengenai komitmen organisasi oleh
beberapa ahli.Definisi komitmen organisasi menurut Richard L. Daft adalah
“organizational commitment refers to an employee’s loyalty to and
engagement with the organization” komitmen organisasi mengacu pada
kesetiaan karyawan dan keterlibatannya dengan organisasi tersebut.
Eisenberger et.al., mengutip definisi komitmen organisasi dari American
Heritage Dictionary bahwa:The word commitment is often used in everyday
language to denote the “sense of being bound emotionally or intellectually to
some course of action”, which may include a person’s relationship with
another individual, group, or organization. . Mow-day memberikan
pemahaman bahwa komitmen organisasi seseorang ditandai dengan (a)
keyakinan kuat dan penerimaan akan tujuan dan nilai organisasi, (b)
kesediaan untuk mengerahkan usaha yang cukup atas nama organisasi, dan
(c) keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan mereka dalam
organisasi. Ivancevich et.al. juga berpendapat bahwa ada 3 jenis perilaku
komitmen seseorang terhadap organisasi: yaitu Commitment to an
organization involves three attitudes: (1) a sense of identification with the
organizational goals, (2) a feeling of involvement in organizational duties, and
(3) a feeling of loyalty to the organization” Menurut Ivancevich et.al.
komitmen terhadap organisasi memeiliki 3 perilaku: (1) sebuah perasaan
yang mengidentifikasikan dengan tujuan organisasi, (2) sebuah perasaan
untuk mau terlibat dalam tugas organisasi, dan (3) sebuah rasa klesetiaan
terhadap organisasi..
Motivasi merupakan pendorong bagi pegawai untuk melakukan
pekerjaan dengan hati yang ikhlas tanpa paksaan dari orang lain. Dorongan
tersebut bisa timbul dari dalam diri dan atas inisiatif sendiri untuk melakukan
pekerjaan. Pekerjaan merupakan tuntutan atau konsekuensi dari apa yang
telah diperoleh. Dalam memulai pekerjaan pegawai/guru sebaiknya dilakukan
iii
dengan semangat tinggi, akan tetapi apabila manajemen tidak menghadirkan
pendorong kerja yang tepat maka hal itu sulit terjadi. Menurut L. Gibson,
Invancevich, Donelly dan R. Konopaske berpendapat bahwa, “motivations is
the concept that describe the forces acting on employee that initiate and
direct behavior. Motivasi adalah alat pendorong yang menyebabkan
seseorang merasa terpanggil dengan senang hati untuk melakukan suatu
kegiatan.Dengan motivasi seseorang akan melakukan pekerjaan dengan
inisiatif sendiri tanpa paksaan dari orang lain, menimbulkan perubahan
perilaku, rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan sehingga mencapai hasil
yang maksimal. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik
analisi jalur (path analys) data penelitian ini dikumpulkan dengan cara
memilih sampel dalam populasi. Populasi terjangkau dalam penelitian ini
adalah seluruh pegawai tata usaha Yayasan Hangtuah cabang Jakarta yang
berjumlah 80 pegawai. Dan perhitungan dengan menggunakan slovin, maka
di peroleh jumlah sampel sebanyak 67 pegawai tata usaha yang di jadikan
sampel frame dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan
untuk penelitian ini adalah kuesioner.
Selanjutnya dilakukan uji coba instrumen untuk menentukan butir butir
instrumen yang valid dan reliabel. Teknik analisis data dilakukan dengan
statistika deskriptif dan statistika inferensial dengan terlebih dahulu
melakukan uji prasyarat analisis yaitu normalitas populasi dan analisis
regresi. Dari data hasil perhitungan untuk penyusunan model persamaan
regresi antara komitmen organisasi dengan komunikasi organisasi pada
lampiran 5 diperoleh konstanta regresi a = 74,70 dan koefisien regresi b =
0,22. Dengan demikian hubungan model persamaan regresi sederhana
adalah X3 = 74,70 + 0,22X1. Konstanta 74,70 menunjukkan bahwa jika tidak
ada komunikasi organisasi, maka komitmen organisasi berada pada 74,70
poin. Koefisien regresi 0,22 menunjukkan bahwa setiap penambahan satu
unit komunikasi organisasi maka komitmen organisasi bertambah sebesar
0,22 unit. Kesimpulan:(1)Terdapat pengaruh langsung positif komunikasi organisasi
terhadap komitmen organisasi. Artinya, ketepatan komunikasi organisasi
mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi para pegawai tata usaha di
iv
sekolah sekolah di bawah naungan Yayasan Hang Tuah cabang Jakarta .(2)Terdapat
pengaruh langsung positif motivasi terhadap komitmen organisasi. Artinya,
peningkatan motivasi mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi para
pegawai tata usaha di sekolah sekolah di bawah naungan Yayasan Hang Tuah cabang
Jakarta .(3)Terdapat pengaruh langsung positif komunikasi organisasi terhadap
motivasi. Artinya, ketepatan komunikasi organisasi mengakibatkan peningkatan
motivasi para pegawai tata usaha di sekolah sekolah di bawah naungan Yayasan
Hang Tuah Jakarta . Bibliografi : lembar 87-88


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2016.007) TM 1465
TM00001465
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 1465
Penerbit
Jakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana UNJ., 2016
Deskripsi Fisik
xiii, 198 lembar ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Motivasi
Komitmen Organisasi
Komunikasi Organisasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Kurniawan
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?