Text
Pengaruh pemberdayaan dan kepribadian terhadap tanggung jawab guru SMA Negeri di Kota Tangerang
RINGKASAN
Memberdayakan dapat dinyatakan sebagai suatu hal yang mendorong untuk menjadi lebih terlibat dalam mengambil keputusan dan beraktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan Menurut Stephen P. Robbins, Mary Coulter menjelaskan bahwa, “when managers use their authority to assign work to employees, those employees take on an obligation to perform those assigned duties. this obligation or expectation to perform is known as responsibility and employees should be held accountable for their performance”. Ketika manajer menggunakan kekuasaan mereka untuk menetapkan pekerjaan kepada karyawan, karyawan mengambil kewajiban untuk melakukan tugas-tugas tersebut diberikan. kewajiban ini atau harapan untuk melakukan dikenal sebagai tanggung jawab dan karyawan harus bertanggung jawab atas kinerja mereka. Selanjutnya menurut Samuel C.Certo, S.Trevis Certo, “responsibility is the obligation to perform assigned activities. It is the self assumed commitment to handle a job to the best of one’s ability. The source of responsibility lies within individual a person who accepts a job agrees to carry out a series of duties or activities or that someone else carries them out”. Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melakukan kegiatan yang ditugaskan. Ini adalah komitmen diri diasumsikan untuk menangani pekerjaan untuk yang terbaik dari kemampuan seseorang. Sumber tanggung jawab terletak dalam diri individu orang yang menerima pekerjaan setuju untuk melakukan serangkaian tugas atau kegiatan atau orang lain membawa mereka keluar. Selanjutnya Steven McShane, Mara Olekalns, Tony Travaglione mengatakan pemberdayaan memiliki dampak kepada kepribadian seseorang, “empowerment is a term that has been loosely tossed around in corporate in circles and has been the subject of considerable debate among academics. However, the most widely accepted definition is that empowerment is a psychological concept represented by four dimensions: self determination, meaning, competence and the impact of the individual role in the organization. If any dimension weakens, the employee sense of empowerment will weaken”. Pemberdayaan adalah istilah yang telah longgar terombang-ambing di perusahaan dalam lingkaran dan telah menjadi subyek perdebatan yang cukup di kalangan akademisi. Namun, definisi paling banyak diterima adalah bahwa pemberdayaan adalah sebuah konsep psikologis diwakili oleh empat dimensi: menentukan nasib sendiri, makna, kompetensi dan dampak dari peran individu dalam organisasi. Jika dimensi apapun melemah, rasa karyawan pemberdayaan akan melemah.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis data secara inferensial. Hasil uji coba instrumen tanggung jawab dari 34 butir pernyataan yang diujicobakan terdapat 31 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,937. Hasil uji coba instrumen pemberdayaan dari 30 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 28 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,962 Hasil uji coba instrumen kepribadian dari 30 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 28 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,912.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh pemberdayaan terhadap tanggung jawab menunjukkan nilai r hitung 0.445 dan koefisien jalur 0,332 ini berarti tanggung jawab dipengaruhi secara langsung positif oleh pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat akan mengakibatkan peningkatan tanggung jawab. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepribadian terhadap tanggung jawab menunjukkan nilai r hitung 0.454 dan koefisien jalur 0,345 ini berarti kepribadian yang baik mengakibatkan peningkatan tanggung jawab guru. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pemberdayaan terhadap kepribadian menunjukkan nilai rhitung 0.328 dan koefisien jalur 0,328 ini berarti pemberdayaan yang tepat mengakibatkan peningkatan kepribadian Kesimpulan: 1)Pemberdayaan berpengaruh langsung positif terhadap tanggung jawab. Artinya, pemberdayaan yang tepat di lakukan oleh kepala sekolah akan mengakibatkan peningkatan tanggung jawab guru SMA Negeri di Kota Tangerang. 2) Kepribadian berpengaruh langsung positif terhadap tanggung jawab. Artinya, kepribadian yang baik akan meningkatkan rasa tanggung jawab guru SMA Negeri di Kota Tangerang. 3) Pemberdayaan berpengaruh langsung positif terhadap kepribadian. Artinya, pemberdayaan yang tepat akan mengakibatkan perbaikan kepribadian guru SMA Negeri di Kota Tangerang. Saran: 1) Bagi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, untuk membantu meningkatkan tanggung jawab guru SMA Negeri di Kota Tangerang dengan memberikan pelatihan atau workshop secara rutin bagaimana guru harus lebih sadar atas tanggung jawabnya dalam bekerja di sekolah. 2) Bagi kepala sekolah dapat meningkatkan tanggung jawab dengan memperhatikan pola dalam pemberdayaan antara guru satu dengan yang lain dan kepala sekolah harus bisa memahami kepribadian masing-masing guru. 3) Bagi peneliti lain, dapat dijadikan bahan rujukan dalam rangka penelitian lebih lanjut terkait dengan pemberdayaan dan kepribadian terhadap tanggung jawab.
Bibliografi : lembar 78-80
Tidak tersedia versi lain