Text
Tingkat dipendensi paradigma dominasi sosial pada jenis kelamin di areal Hutan Lindung Mangunan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2015
RINGKASAN
Pendahuluan
Manusia hendaknya tidak melakukan sikap mendominasi terhadap
lingkungan sekitarnya, khususnya pada keseimbangan sumber daya hutan,
kondisi tersebut akan berimbas pada ekosistem yang berada di dalam hutan
maupun yang diluar hutan. Adanya fakta kerusakan hutan yang terjadi di
Kabupaten Bantul akibat dari kebakaran hutan rakyat di Imogiri Kabupaten
Bantul 2011, fakta tentang lahan kritis di Dlingo seluas 514,25 ha dan sering
terjadinya bencana tanah longsor, fakta dan kondisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa setiap orang Laki-laki dan Perempuan belum
menjalankan kewajibannya dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan
serta pengendalian pencemaran atau kerusakan lingkungan hutannya di
Daerah Kabupaten Bantul. Undang undang mengamanatkan perlu adanya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam hal ini termasuk
hutan, yang tertuang dalam UU RI No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 67 yaitu setiap orang berkewajiban
memelihara kelesatarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan
pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan. Penelitian ini membahas pada
hal-hal berkaitan dengan Paradigma Lingkungan yaitu Paradigma Dominansi
Sosial, yang dengan penilaian sebaliknya (bertentangan dengan Paradigma
Baru Ekologi): bahwa manusia diciptakan untuk memerintah atas bumi, dan
penggunaan sumber daya alam yang berlebihan yang dapat tergantikan dan
selalu ditemukan (Dunlap dan Van Liere 1978)
iii
Metode Penelitian
Dalam menginput data interaksi setiap jenis kelamin terhadap lingkungannya,
mereka mengisi Likert kuesioner dari unit analisis Paradigma Dominansi
Sosial (PDS) yang terdiri dari tiga komponen analisis, yaitu : aspek sosial
ekonomi, Karakter Dominan (anthropocentrism), dan organisme komologis,
kemudian data diolah dengan analisis deskriptif, menggunakan tabel
kontigensi 2x3, untuk menentukan 33% PDS rendah, 33% PDS sedang dan
33% PDS tinggi, pada 200 sampel jenis kelamin. Selanjutnya data PDS yang
terkumpul dianalisis statistik dengan menggunakan Chi-square tes for
independen atas variabel bebas Jenis Kelamin dan variable terikat
Paradigma Dominansi Sosial (Dominant Social Paradigm).
Hasil Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, adanya hubungan Paradigma
Dominansi Sosial dengan Jenis Kelamin baik Laki-laki maupun Perempuan di
mangunan kabupaten Bantul Provinsi Yogyakarta yang dibuktikan dengan
hasil perhitungan hipotesis statistic dengan angka: hasil Chi-square tes for
independen lebih besar dengan hasil df nya; ( chi-square > df atau 126,44 > 2
(5,99). Meningkatnya tingkat dependensi Paradigma Dominansi Sosial pada
Jenis Kelamin berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan. Artinya
bahwa, perlu adanya peningkatan kualitas lingkungan dalam penyelesaian
masalah tersebut dalam upaya menurunkan tingkat dipendensi Paradigma
Dominansi Sosial yang dilakukan oleh setiap jenis kelamin, upaya-upaya
penyelesaian masalah tersebut dapat ditempuh dengan menerapkan
Paradigma Baru Ekologi (New Ecological Paradigm).
iv
penyelesaian masalah tersebut dalam upaya menurunkan tingkat
dipendensi Paradigma Dominansi Sosial yang dilakukan oleh setiap jenis
kelamin, dapat ditempuh dengan menerapkan Paradigma Baru Ekologi (New
Ecological Paradigm).
Bibliografi : lembar 53-56
Tidak tersedia versi lain