Text
Pengaruh kepemimpinan dan iklim organisasi terhadap perlaku guru SMK Negeri di Provinsi DKI Jakarta
RINGKASAN
Aktivitas mempengaruhi merupakan inti dari kepemimpinan, agar seseorang dapat menjadi pemimpin yang efektif, dia harus mampu mempengaruhi orang lain agar mau menjalankan permintaan, mendukung dan mengimplementasikan kebijakan Birkinshaw mengatakan, “leadership is a process of social influence, concerned with the traits, styles and behaviours of individual that because other to follow them”. Kepemimpinan adalah proses pengaruh sosial, berkaitan dengan sifat, gaya dan perilaku individu yang karena lainnya untuk mengikuti mereka. Kepala sekolah dengan powernya mengharapkan semua tindakannya di dukung dan dikuti oleh semua perilaku bawahannya yaitu guru dan staff. Keadaan iklim organisasi yang selalu bersaing dalam suatu lingkungan sekolah dapat mempengaruhi cara kerja para guru sehingga ada peningkatan prestasi yang akan dialami sekolah. Hoy Wayne K dan Cecil G. Miskel, juga mengungkapkan, “organizational climate as those characteristics that distinguish the organization from other organizations and that influence the behavior of people in the organizations”. Iklim organisasi sekolah merupakan beberapa karakteristik yang membedakan satu sekolah dengan sekolah lain dan mempengaruhi perilaku guru-guru tersebut. Daniel Golemen mengatakan, “reported that a study by hay mcber of 3871 executives, selected from a database of more than 20.000 executive worldwide, established that leadership had a direct impact on organizational climate and that climate in turn accounted for nearly one-third of the financial results of organizations”. Kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak langsung pada iklim organisasi sekolah dan iklim pada gilirannya menyumbang hampir sepertiga dari hasil keuangan organisasi. Hasil riset yang di lakukan oleh Daniel Goleman mengatakan kepemimpin kepala saekolah dapat mempengaruhi bahkan dapat membentuk sebuah iklim organisasi sekolah.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis data secara inferensial. Hasil uji coba instrumen perilaku dari 35 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 29 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,913. Hasil uji coba instrumen kepemimpinan dari 33 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 31 butir yang valid dengan
iv
koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,943 Hasil uji coba instrumen iklim organisasi dari 35 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 31 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,931.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar 0,357 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,95. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,63. Ini berarti kepemimpinan berpengaruh secara langsung terhadap perilaku. Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar koefisien jalur sebesar 0,341 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,77. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,63. Ini berarti iklim organisasi berpengaruh secara langsung terhadap perilaku. Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar 0,313 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,18. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,63. Ini berarti kepemimpinan berpengaruh secara langsung terhadap iklim organisasi dapat diterima Dengan hasil tersebut, maka implikasinya adalah perilaku dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki kepemimpinan dan iklim organisasi. Kesimpulan: 1) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap perilaku. Artinya ketepatan dalam memimpin sekolah yang dirasakan guru mengakibatkan perilaku yang baik bagi guru SMK Negeri di Provinsi DKI Jakarta. 2) Iklim organisasi berpengaruh langsung positif terhadap perilaku. Artinya kesesuaian iklim organisasi yang ada disekolah dapat mengakibatkan perilaku yang baik bagi guru SMK Negeri di Provinsi DKI Jakarta. 3) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap iklim organisasi. Artinya ketepatan dalam memimpin sekolah yang dirasakan guru akan mengakibatkan peningkatan iklim organisasi di SMK Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Saran: 1) Bagi kepala dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, untuk membantu meningkatkan perilaku guru SMK Negeri dengan membantu memberikan contoh atau arahan kepada kepala sekolah dalam memimpin sekolah yang baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku, mengeluarkan aturan yang baku untuk penciptaan iklim organisasi di sekolah. 2) Bagi kepala sekolah dapat meningkatkan perilaku dengan memperhatikan setiap kebijakan yang di keluarkan dalam memimpin sekolah, menciptakan kondisi yang kondusif dalam lingkungan sekolah.
Bibliografi : lembar 85-87
Tidak tersedia versi lain