Text
Pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap motivasi kerja pegawai tata usaha di SMK Negeri Jakarta Barat
RINGKASAN
Motivasi kerja adalah kesatuan energi dari dalam maupun dari luar diri
pegawai yang menjadi kekuatan untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan
dengan pembentukan arah, intensitas dan jangka waktu. Salah satu faktor
yang mempengaruhi motivasi kerja adalah budaya organisasi. Seperti yang
diungkapkan oleh Yoav Vardi dan Ely Weitz, “organizational culture, as
suggested earlier, is one of the principal factors affecting individual motivation
and behavior in general and misconduct in particular. Organizational culture
plays an important role in affecting motivation at work”. Yoav Vardi dan Ely
Weitz dalam penelitiannya tercantum dalam bukunya, “misbehavior in
organizations”, mengatakan budaya organisasi memainkan peranan penting
dalam mempengaruhi motivasi di tempat kerja. Selain budaya organisasi
faktor lain yang mempengaruhi motivasi kerja adalah lingkungan kerja,
menurut Ambrose L. Mauren dan Carol T. Kulik, “work motivation is a middlerange
concept that deals only with events and phenomena related to people
in a work context. The definition recognizes the influence of both
environmental forces (e.g., organizational reward system, the nature of the
work being performed) and force inherent in the person (e.g., individual needs
an motives) on work-related behavior”. Motivasi kerja adalah konsep jarak
menengah yang berkaitan dengan peristiwa dan fenomena yang
berpengaruh terhadap konteks kerja manusia. Definisi ini menyatakan
pengaruh dari kedua kekuatan faktor lingkungan (misalnya, sistem
penghargaan organisasi, suasana kerja yang ada) dan kekuatan yang
melekat dalam diri seseorang (misalnya, kebutuhan individu dan motivasi)
pada perilaku yang berhubungan dengan pekerjaan.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik kausal yang
menganalisis pengaruh antar variabel. Motivasi Kerja terdiri dari 35 butir
pernyataan terdapat 8 butir drop menjadi 27 butir dan koefisien reliabilitas r =
ii
0,93414. Budaya Organisasi terdiri 35 butir pernyataan terdapat 2 butir drop
menjadi 33 butir dan koefisien reliabilitas r = 0,95909. Lingkungan Kerja
terdiri 45 butir pernyataan terdapat 8 butir drop menjadi 37 butir dan koefisien
reliabilitas r = 0,96864. Analisis data dengan statistik deskriptif dan pengujian
yang dilakukan adalah uji galat taksiran menggunakan teknik liliefors dan uji
linearitas, teknik regresi dan korelasi sederhana. Pengaruh langsung
tercermin dari koefisien jalur.
Hipotesis pertama menduga budaya organisasi berpengaruh positif
terhadap motivasi kerja. Hasil perhitungan menghasilkan nilai koefisien
korelasi r13 = 0,527 dan koefisien jalur p31 = 3,035. Dengan demikian, budaya
organisasi berpengaruh langsung positif terhadap motivasi kerja. Artinya,
motivasi kerja meningkat dikarenakan oleh meningkatnya budaya organisasi.
Upaya meningkatkan motivasi kerja dengan memberikan pengarahan tentang
arti pentingnya visi, misi dan tujuan sekolah. Hipotesis kedua menduga
lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Hasil
perhitungan menghasilkan nilai koefisien korelasi r23 = 0,535 dan koefisien
jalur p32 = 3,330. Dengan demikian, lingkungan kerja berpengaruh langsung
positif terhadap motivasi kerja. Artinya, motivasi kerja meningkat dikarenakan
oleh meningkatnya lingkungan kerja. Upaya meningkatkan motivasi kerja
dengan meningkatkan kesadaran untuk mematuhi peraturan dan tata tertib
yang ada di lingkungan sekolah. Hipotesis ketiga menduga budaya
organisasi berpengaruh langsung positif terhadap lingkungan kerja. Hasil
perhitungan menghasilkan nilai koefisien korelasi r12 = 0,702 dan koefisien
jalur p21 = 9,566. Dengan demikian, budaya organisasi berpengaruh langsung
positif terhadap lingkungan kerja. Artinya, lingkungan kerja meningkat
dikarenakan oleh meningkatnya budaya organisasi. Bibliografi : lembar 122-124
Tidak tersedia versi lain