Text
Pengaruh desain kerja dan motivasi kerja terhadap komitmen guru SMP Negeri di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat
RINGKASAN
Menjadi guru zaman sekarang ini lebih enak dan lebih sejahtera karena adanya sistem sertifikasi. Akan tetapi dengan adanya tunjangan sertifikasi tidak menjamin semua guru bekerja secara profesional. Banyak guru sebagai ujung tombak pendidikan lupa akan komitmen selaku pendidik karena terjebak manisnya tunjangan sertifikasi. Guru harus membangun kembali komitmen yang merupakan kekuatan dari dalam untuk melaksanakan tugas dan kewajiban mengajar-mendidik. Seperti yang dikatakan oleh Boulian dalam jurnal yang ditulis oleh Riehl dan Sipple mengatakan, “commitment was defined as the relative strength of an individual’s identification with, and involvement in, a particular organization, characterized by at least three qualities: a strong belief in and acceptance of the organization’s goals and values, a willingness to exert considerable effort on behalf of the organization, and a strong desire to maintain membership with the organization”. Komitmen sebagai kekuatan relatif dan keterlibatan dalam sebuah organisasi tertentu, ditandai dengan setidaknya tiga kualitas yaitu keyakinan kuat dan penerimaan tujuan dan nilai-nilai organisasi, kemajuan untuk mengerahkan usaha yang cukup atas nama organisasi, dan keinginan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan dengan organisasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komitmen yaitu Desain kerja dan Motivasi Kerja. Rosenholtz dan Simpson di dalam jurnal yang mereka tulis mengatakan bahwa, “in either case, we would expect that teachers who feel greater autonomy and discretion will be more committed to their work and workplace.” Guru-guru yang diberikan otonomi dan kebijakan lebih oleh atasan maka akan meningkatkan komitmen mereka dalam pekerjaan dan komitmen mereka terhadap tempat di mana mereka bekerja. Dengan kata lain jika guru-guru diberikan kebebasan dan kebijakan yang dapat di pahami maka akan meningkatkan komitmen guru dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan. Menurut Robbins dan Judge dalam bukunya “employees who can help each other directly through their work come to see themselves, and the organizations for which they work, in more positive, pro-social terms. This, in turn, can
iii
increase employee commitment”. Para karyawan yang bisa saling membantu secara langsung melalui pekerjaan mereka sehingga berguna bagi masing-masing karyawan tersebut, hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan komitmen karyawan. Dengan kata lain, ketika guru dapat saling memotivasi ketika bekerja akan membuat komitmen guru meningkat dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Herzberg dalam jurnal Oldham dan Hackman mengatakan bahwa, “to motivate employee to do good work, jobs should be enriched rather than simplified. Work should be designed and managed to foster responsibility, achievement, growth in competence, recognition, and advancement.” Untuk memotivasi karyawan melakukan pekerjaan dengan baik, pekerjaan harus diperkaya daripada disederhanakan. Pekerjaan harus dirancang dan dikelola untuk mendorong tanggung jawab, prestasi, pertumbuhan kompetensi, pengakuan, dan kemajuan. Dengan kata lain, ketika pekerjaan dibuat dengan baik dan dapat dipahami maka dapat memotivasi guru untuk melakukan pekerjaan dengan baik.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif-kausal dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel eksogen terhadap variabel endogen. Hasil uji coba instrumen komitmen dari 35 butir pertanyaan yang diujicobakan terdapat 28 pertanyaan yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,90. Hasil uji coba instrumen desain kerja dari 35 butir pertanyaan yang diujicobakan terdapat 30 pertanyaan yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,91. Hasil uji coba instrumen motivasi kerja dari 35 butir pertanyaan yang diujicobakan terdapat 29 pertanyaan yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,92.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh desain kerja terhadap komitmen menunjukkan nilai rhitung 0,378 dan koefisien jalur 0,288 ini berarti kesesuaian desain kerja yang tepat akan mengakibatkan peningkatan komitmen
ii
guru. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen menunjukkan nilai rhitung 0,405 dan koefisien jalur 0,325 ini berarti peningkatan motivasi kerja mengakibatkan peningkatan komitmen guru. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh desain kerja terhadap motivasi kerja menunjukkan nilai rhitung 0,277 dan koefisien jalur 0,277 ini berarti kesesuaian desain kerja akan meningkatkan motivasi kerja. Kesimpulan : 1) desain kerja berpengaruh langsung positif terhadap komitmen artinya, kesesuaian dalam desain kerja yang dirasakan oleh guru mengakibatkan peningkatan komitmen guru SMP Negeri di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. 2) Motivasi kerja berpengaruh langsung positif terhadap Komitmen, artinya peningkatan motivasi kerja yang diyakini guru mengakibatkan peningkatan komitmen guru SMP Negeri di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. 3) Desain kerja berpengaruh langsung positif terhadap Motivasi kerja, artinya kesesuaian desain kerja yang dirasakan guru mengakibatkan peningkatan motivasi kerja yang diyakini guru SMP Negeri di Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Saran : 1) bagi dinas pendidikan kota Jakarta Barat untuk membantu meningkatkan komitmen guru dengan memberikan pembinaan dan pelatihan. 2) bagi Kepala Sekolah dapat meningkatkan komitmen guru dengan memberikan kebebasan berpendapat terkait dengan berbagai peraturan, kebijakan maupun program kerja sekolah dan memaksimalkan potensi terbaik setiap guru saat membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaannya. 3) bagi guru untuk terus berusaha meningkatkan kualitas diri sehingga ilmu yang disampaikan akan berkualitas. Bibliografi : lembar 75-77
Tidak tersedia versi lain