Text
Pengaruh pemberdayaan dan pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Al Amin, Tangerang Selatan
RINGKASAN
Stephen P. Robbins, dan Timothy A. Judge mengatakan melalui pemberdayaan dalam meningkatkan peran serta anggota dan akan berdampak kepada peningkatan komitmen organisasi dimana di bekerja, “psychological empowerment employees belief in the degree to which they affect their work,environment, their competence, the meaningfulness of their job and their perceived authonomy in their works”. Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge mengatakan dengan keyakinannya, dosen dapat memperkirakan sejauh mana mereka dapat mempengaruhi lingkungan kerja, kompetensi, kebermaknaan dalam pekerjaan dan kebebasan yang mereka rasakan dalam bekerja di kampus. John R. Schermerhorn, Jr.,Richard N. Osbor, Mary Uhl-Bien, James G. Hunt, “psychological empowerment a sense of personal fulfillment and purpose that arousesone’s feelings of competency and commitment to the work”. Maksudnya pemberdayaan merupakan rasa yang didapat untuk memenuhi keinginan dan tujuan seseorang untuk membangkitkan perasaan terhadap kompetensi dan komitmen untuk bekerja. selanjutnya Jennifer M. George, dan Gareth R. Jones mengatakan, “organization learning the process through which managers instill in all members of an organization a desire to find new ways to improve organizational effectiveness”. Maksudnya pembelajaran organisasi adalah proses ketua yayasan untuk menanamkan kepada semua dosen dan pegawai untuk menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Dengan proses pembelajaran organisasi yang tepat akan terwujudnya efektivitas organisasi yang di harapkan dan akan berdampak kepada peningkatan komitmen organisasi dosen dan pegawai terhadap kampus. Pendapat senada di ungkapkan oleh Jay A.Conger and Rabindra N.Kanungo, yang di kutip oleh Ricard L. Daft mendefinisikan pemberdayaan sebagai berikut, “increasing employee power heightens motivation for task accomplishment because people improve their own effectiveness, choosing how to do a task and using their creativity”. Meningkatkan kekuatan dosen mempertinggi motivasi untuk penyelesaian tugas karena orang meningkatkan efektivitas dosen sendiri, memilih bagaimana melakukan tugas dan menggunakan kreativitas dalam bekerja.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis data secara inferensial. Hasil uji coba instrumen komitmen organisasi dari 36 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 32 butir yang valid dengan
iv
koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,902. Hasil uji coba instrumen pemberdayaan dari 36 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 31 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,904 Hasil uji coba instrumen pembelajaran organisasi dari 33 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 31 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,905.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar 0,348 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,56. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,64. Ini berarti pemberdayaan berpengaruh secara langsung terhadap komitmen organisasi. Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar koefisien jalur sebesar 0,337 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,45. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,64. Ini berarti pembelajaran organisasi berpengaruh secara langsung terhadap komitmen organisasi. Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar 0,330 dan nilai koefisien thitung sebesar 3,17. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,64. Ini berarti pemberdayaan berpengaruh secara langsung terhadap pembelajaran organisasi dapat diterima Dengan hasil tersebut, maka implikasinya adalah komitmen organisasi dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki pemberdayaan dan pembelajaran organisasi. Kesimpulan: 1)Pemberdayaan berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. Artinya ketepatan dalam proses pemberdayaan yang dirasakan guru mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi dosen STIT Al-Amin. 2) Pembelajaran organisasi berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. Artinya pembelajaran organisasi yang tepat mengakibatkan peningkatan komitmen organisasi dosen STIT Al-Amin. 3) Pemberdayaan berpengaruh langsung positif terhadap pembelajaran organisasi. Artinya ketepatan dalam proses pemberdayaan yang dirasakan dosen akan mengakibatkan peningkatan pembelajaran organisasi didiri dosen STIT Al-Amin. Saran: 1) Bagi ketua yayasan STIT Al-Amin, untuk membantu menyediakan sarana prasarana pendukung penunjang proses pembelajaran bagi para dosen, memberikan bantuan baik secara materi ataupun dukungan emosional kepada dosen yang ingin melanjutkan studi doktoral dan memperhatikan setiap kebutuhan dosen selama di kampus. 2) Bagi peneliti lain, dapat dijadikan bahan rujukan dalam rangka peneliti lebih lanjut terkait dengan pemberdayaan dan pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasi.
Bibliografi : lembar 81-82
Tidak tersedia versi lain