Text
Tari warak ngendhok dalam tradisi dhugdheran sebagai apresiasi siswa dalam pembelajaran tari di kelas IX SMPN 34 Semarang
ABSTRAK
Wuri Timur P. Tari Warak Ngendog dalam Tradisi Dugderan Sebagai
Apresiasi dalam Pembelajaran Seni Tari di kelas IX SMPN 34 Semarang.
Jurusan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri
Jakarta.2016
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tari Warak Ngendhok
dalam Tradisi Dhugdheran Sebagai Apresiasi dalam Pembelajaran Seni Tari Siswa
dikelas IX SMPN 34 Semarang. termasuk salah satu jenis kesenian tradisional
kerakyatan yang berada di Kota Semarang. Pendekatan penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di Kota Semarang
propinsi Jawa Tengah pada bulan Juni–November 2015. Subjek penelitian
adalah para seniman kesenian Warak Ngendhok, Seniman, Sejarahwan, dan
tokoh masyarakat Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Kesenian Warak Dugder,
muncul pertama kali pada tahun 1990 saat Tumenggung Aryo Purbaningrat
menjabat sebagai Walikota Semarang. Kesenian Warak Ngendog masih
berkembang di Kota Semarang yang selalu ditampilkan saat perayaan Tradisi
Dhugdheran dan diperingati sehari sebelum datangnya bulan Romadon.
2)Kesenian Warak Ngendhok memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan
masyarakat, antara lain berfungsi sebagai hiburan, media komunikasi untuk
mengumpulkan warga, dan sebagai wadah kegiatan pemuda yang didalamnya
terkandung nilai-nilai estetika. 3) kesenian Warak Ngendhok dari waktukewaktu
mengalami perkembangan dari segi bentuk penyajian yaitu: gerak,
tata rias dan busana, iringan, properti, dan tempat pertunjukan. 4) kesenian
Warak Ngendhok merupakan pengembangan dari Tari Semarangan yang
sampai sekarang masih menggunakan ciri khas menggunakan alat music
gambang. 5) kesenian Warak Ngendhok dijadian salah satu materi
pembelajaran Apresiasi karya seni di SMPN 34 Semarang.
Kata kunci : Tari Warak Ngendog, Tradisi Dugderan, Apresiasi
Bibliografi : lembar 116-117
Tidak tersedia versi lain