Text
Pengaruh efikasi diri dan stres terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Tangerang
RINGKASAN
Self-efficacy merupakan suatu bentuk keyakinan dalam diri seseorang
atas kemampuannya, yang dibutuhkan dalam upaya melaksanakan tugas-tugas
tertentu. Hal ini dijelaskan oleh Jason A. Colquitt, J. LePine dan Michel J.
Wesson mengatakan bahwa, “self-efficacy defined as the belief that a person
has the capabilities needed to the behaviors required on some task success”.
Merupakan suatu keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan yang
dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan dengan sukses
Pendapat ini di perkuat oleh Don Hellriegel, John W. Slocum, JR, “if employees
have low self efficacy, they believe that no matter how hard they try, something
will happen to prevent them from reaching the desired level of performance. selfefficacy
influences people choices of tasks and how long they will spend trying
lessons to reach their goals”. Jika karyawan memiliki self-efficacy rendah,
mereka percaya bahwa tidak peduli seberapa keras mereka mencoba, sesuatu
akan terjadi untuk mencegah mereka mencapai tingkat kinerja yang diinginkan.
self-efficacy mempengaruhi orang pilihan tugas dan berapa lama mereka akan
menghabiskan mencoba pelajaran untuk mencapai tujuan mereka. Menurut
pendapat yang diungkapkan oleh Cohen et. al., diungkapkan bahwa, “at any
stage of life, stress can be a factor affecting performance”. Pendapat ini dapat
diartikan bahwa, pada setiap tahap kehidupan, stres dapat menjadi faktor yang
mempengaruhi kinerja Dikemukakan oleh Hellriegel dan Slocum yaitu:, “effects
of work stress have important implications for organizational behavior and
organizational effectiveness. these effects in terms of health and performance,
including job burnout”. Dapat dijelaskan bahwa pengaruh dari stres kerja
memiliki implikasi penting bagi perilaku organisasi dan efektivitas organisasi.
Beberapa pengaruh ini yaitu pada kesehatan, kinerja, dan termasuk kelelahan
kerja. Fred luthans mengatakan self-eficacy memiliki pengaruh terhadap stress:,
“vulnerability to stress (e.g, those with low self-efficacy tend to experience stress
and burnout because they expect failure, whereas those with high self-efficacy
enter into potentially stressful situations with confidence and assurance and thus
are able to resist stressful reactions”. Kerentanan terhadap stres misalnya,
pegawai dengan self-efficacy yang rendah cenderung mudah mengalami stres
dan kelelahan dalam bekerja dan tidak sesuai dengan harapan pegawai yang
berujung kepada kegagalan, sedangkan pegawai tinggi self-efficacy yang tinggi
masuk ke dalam situasi yang menegangkan dengan keyakinan dan jaminan dan
dengan demikian mampu menahan efek stress.
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan
analisis data secara inferensial. Hasil uji coba instrumen kinerja dari 35 butir
pernyataan yang di ujicobakan terdapat 30 butir yang valid dengan koefisien
reliabilitas instrumen sebesar 0,949. Hasil uji coba instrumen self-efficayc dari
35 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 33 butir yang valid dengan
koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,958 Hasil uji coba instrumen desain
pekerjaan dari 40 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 33 butir yang
valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,913.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur sebesar 0,245 dan nilai koefisien
thitung sebesar 3,50. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,60. Ini berarti
self-efficay berpengaruh secara langsung terhadap kinerja. Hasil uji signifikansi
koefisien jalur sebesar koefisien jalur sebesar -0,230 dan nilai koefisien thitung
sebesar -3,28. Nilai koefisien ttabel untuk α = 0,01 sebesar 2,60. Ini berarti stress
berpengaruh secara langsung terhadap kinerja. Hasil uji signifikansi koefisien
jalur sebesar -0,226 dan nilai koefisien thitung sebesar -3,16. Nilai koefisien ttabel
untuk α = 0,01 sebesar 2,60. Ini berarti self-efficay berpengaruh secara
langsung terhadap stress dapat diterima Dengan hasil tersebut, maka
implikasinya adalah kinerja dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki selfefficay
dan stress. Kesimpulan: 1)Self-efficacy berpengaruh langsung positif
terhadap kinerja. Artinya keseusaian self-efficacy yang dimiliki guru
mengakibatkan peningkatan kinerja guru SMK Negeri di Kota Tangerang. 2)
Stress berpengaruh langsung negatif terhadap kinerja. Artinya peningkatan
stress guru mengakibatkan penurunan kinerja guru SMK Negeri di Kota
Tangerang. 3) Self-efficacy berpengaruh langsung negatif terhadap stress.
Artinya rendahnya self-efficacy yang dimiliki guru akan mengakibatkan
penurunan kinerja guru SMK Negeri di Kota Tangerang. Saran: 1) Bagi kepala
Dinas Pendidikan Kota Tangerang, untuk membantu meningkatkan kualitas
kerja guru SD Negeri di Kecamatan Cakung dengan membantu mengeluarkan
kebijakan mengenai pengurangan beban jam mengajar yang dirasakan sangat
tinggi dan perhatian dari government terhadap stres nya guru dalam bekerja,
untuk mengurangi dilakukanlah tes kejiwaan setiap guru secara rutin. 2) Bagi
kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja dengan memperhatikan setiap
pekerjaan guru dengan me redisain kembali pekerjaan yang sudah ada dengan
tujuannya melakukan penyegaran untuk mengurangi tingkat stres kerja 3) Bagi
peneliti lain, dapat dijadikan bahan rujukan dalam rangka peneliti lebih lanjut
terkait dengan self-efficacy dan stres terhadap kinerja.
Bibliografi : lembar 85-87
Tidak tersedia versi lain