Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Tari dogdog lojor karya Toto Sugiarto sebagai representasi upacara serentaun di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi

Geofani, Anita - Nama Orang;

Toto Sugiarto mengkomunikasikan idenya yang terinspirasi oleh upacara Serentaun melalui sebuah karya tari yang berjudul tari Dogdog Lojor. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya Toto sebagai seniman untuk mengangkat budaya tradisi masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar yaitu upacara Serentaun yang identik dengan seni pertunjukan Dogdog Lojor, sehingga Toto merepresentasikan upacara Serentaun tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tari Dogdog Lojor karya Toto Sugiarto sebagai hasil representasi dari upacara Serentaun di kasepuhan Ciptagelar kabupaten Sukabumi. Manfaat penelitian ini untuk menambah pengetahuan, memberikan informasi, menambah literatur dan dapat bermanfaat bagi pendidikan, khususnya pada peserta didik dalam pembelajaran seni budaya dengan standar kompetensi mengapresiasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, desain deskriptif dengan pendekatan etnografi. Proses penelitian berlangsung dari September – Desember 2014 dan Oktober – Desember 2015. Dimulai dari proses pengumpulan data, analisis data, hingga proses penulisan. Tahap pengumpulan data menggunakan alur maju tahap dan analisis data menggunakan analisis untuk penelitian etnografi yakni dengan analisis domain, analisis taksonomik, analisis komponen dan analisis tema. Deskripsi data yang diuraikan yaitu bentuk penyajian tari Dogdog Lojor meliputi riwayat tari Dogdog Lojor, elemen pokok tari yang dijabarkan melalui deskripsi gerak, rekapitulasi unsur gerak, struktur tari dan rangkuman struktur tari, dan elemen pendukung tari Dogdog Lojor diantaranya musik yang dijabarkan melalui notasi musik dalam unit nada iringan gamelan Sunda berlaras Salendro, tema berupa upacara Serentaun yang termasuk upacara-upacara tradisional, busana dan rias, properti tari berupa Dogdog Lojor dan struktur pertunjukan tari Dogdog Lojor. Selain itu, terdapat pula deskripsi data mengenai kasepuhan Ciptagelar, upacara Serentaun dan seni pertunjukan Dogdog Lojor. Hasil dari penelitian ini, representasi dengan pendekatan reflektif atau mimesis adalah tari Dogdog Lojor karya Toto Sugiarto merupakan peniruan upacara Serentaun yang identik dengan seni pertunjukan Dogdog Lojor dari segi tema, ide garapan, penggambaran suasana, ekspresi penari, properti tari dan judul karya tari yang diungkapkan melalui karya tari yang berjudul tari Dogdog Lojor. Kemudian, representasi dengan pendekatan intensional, Toto memilih aspek gerak yang meliputi gerakan, bentuk ekspresi dan maksud dari gerakan serta penggunaan properti tari sebagai bentuk intensi atau penekanan yang dikemas sebagai bentuk keunikan dalam karya tari Dogdog Lojor. Sedangkan, representasi dengan pendekatan konstruksionis, Toto mengkonstruksikan makna berupa ide garapan dan properti tari yang dikomunikasikan melalui karya tari agar penerimanya dapat memiliki pemahaman atau makna yang sama yang telah disepakati secara bersama. Tari Dogdog Lojor dapat dikatakan sebagai representasi karena upaya yang dilakukan oleh Toto Sugiarto untuk mengkomunikasikan idenya yang terinspirasi dari upacara Serentaun dilihat berdasarkan bentuk penyajian tari Dogdog Lojor, elemen pokok dan pendukung tari Dogdog Lojor, perubahan fungsi dan upacara Serentaun terkait dengan sistem religi serta kesenian. Diharapkan tari Dogdog Lojor ini dapat dijadikan sebagai salah satu wadah masyarakat untuk berapresiasi karya seni daerah setempat.
Kata Kunci: Tari Dogdog Lojor, Representasi, Upacara Serentaun, Kasepuhan Ciptagelar

Toto Sugiarto communicate his idea that was inspired by Serentaun ceremony with a dance entitled Dogdog Lojor dance. This is done as part of efforts Toto as an artist to raise cultural traditions of kasepuhan Ciptagelar peoples that is Serentaun ceremony that identic with art performance of Dogdog Lojor, so Toto represents the Serentaun ceremony. The purpose of this study is to describe the Dogdog Lojor dance by Toto Sugiarto work as a result of the representation of the Serentaun ceremony kasepuhan Ciptagelar in Sukabumi. The benefits of this research is to increase knowledge, provide the information, adds to the literature and can be beneficial for education, especially among students in learning the art of appreciating cultural competence standards. This research uses qualitative methods, descriptive design with an ethnographic approach. The research process start from September to December 2014 and from October to December 2015. The research process begin from the process of data collection, data analysis, up to the writing process. The stage of collecting data using advanced workflow and data analysis stage using the analysis to the ethnographic research with domain analysis, taxonomic analysis, component analysis and thematic analysis. The description is presenting Dogdog Lojor dance includes the history of Dogdog Lojor dance, basic elements of dance which is described through the motion description, a recapitulation of elements of movement, the structure of the dance and a summary of the structure of the dance, and the supporting element of Dogdog Lojor dance including music outlined by musical notation in Sundanese gamelan accompaniment tone unit barreled Salendro, the theme is Serentaun ceremony that included traditional ceremonies, fashion and makeup, form of dance property is Dogdog Lojor and structure Dogdog Lojor dance performances. In addition, there is also a description of the data regarding kasepuhan Ciptagelar, Serentaun ceremony and art performance of Dogdog Lojor. The results of this research, representation with reflective or mimetic approach is a Dogdog Lojor dance by Toto Sugiarto an imitation of Serentaun ceremony that identic with art performance of Dogdog Lojor terms of themes, main ideas, depiction of atmosphere of the Serentaun ceremony, the expression of the dancer, dance property and the title of a dance that explain through of a dance that entitled Dogdog Lojor dance. Then, the representation of the intentional approach, Toto chooses aspects of movement which includes movement, forms of expression and intention of movement and property dance uses as a form of intention or emphasis that is packaged as a form of uniqueness in a Dogdog Lojor dance. Meanwhile, the representation with constructionist approach, Toto construct the meaning of the main ideas and dance property that communicated through a dance that the recipient can get a comprehension or the same significance that have been mutually agreed. Dogdog Lojor dance can be regarded as a representation for Toto Sugiarto’s effort to communicate his idea inspired by the Serentaun ceremony seen by presenting the Dogdog Lojor dance, basic elements and supporting Dogdog Lojor dance, the functions and Serentaun ceremony changed by associated with the religious system and arts. Expected Dogdog Lojor dance can be used as either a society space to appreciate the local artwork.

Keywords: Dogdog Lojor Dance, Representation, Serentaun Ceremony, Kasepuhan Ciptagelar

Bibliografi : lembar 150-152


Ketersediaan
SS00009038SK 9038UPT Perpustakaan UNJTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 9038
Penerbit
: Program Studi Pendidikan Sendratasik FBS UNJ., 2016
Deskripsi Fisik
xviii, 250 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Tari Dogdog Lojor
Upacara Serentaun, Kasepuhan Ciptagelar
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Anita Geofani
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik