Text
Peningkatan pendekatan behavioral dengan teknik latihan asertif dalam layanan konseling kelompok terhadap peningkatan asertivitas korban kekerasan dalam pacaran
PENGARUH PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK LATIHAN ASERTIF DALAM LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN ASERTIVITAS KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN
(2016)
Nita Juniarti
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendekatan behavioral dengan teknik latihan asertif dalam layanan konseling kelompok terhadap peningkatan asertivitas korban kekerasan dalam pacaran pada siswi SMK Tirta Sari Surya Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2015. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 12 siswi, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria siswi yang sedang menjalin hubungan pacaran. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang berjumlah 6 siswi dan kelompok kontrol yang berjumlah 6 siswi. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen asertivitas korban kekerasan dalam pacaran dengan model skala likert, mengacu pada aspek yang dikembangakan oleh Jill Murray (2007). Uji coba instrumen dilakukan terhadap 40 responden dengan hasil perhitungan validitas menyatakan 48 butir item valid dengan reliabilitas 0.896 yang dapat dikatakan reliabel. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test. Hasil pengujian hipotesis dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows diperoleh nilai Asymp. Sig = 0.004, hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig = 0.004 < nilai signifikansi ɑ = 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan asertivitas korban kekerasan dalam pacaran pada siswi yang mendapatkan layanan dengan latihan asertif lebih tinggi dibandingkan dengan siswi yang tidak mendapatkan layanan latihan asertif. Implikasi dari penelitian ini adalah penerapan latihan asertif mampu meningkatkan asertivitas korban kekerasan siswi SMK Tirta Sari Surya. Oleh sebab itu, guru bimbingan dan konseling dapat mengaplikasikan latihan asertif dalam menangani siswa yang memiliki asertivitas rendah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan subjek penelitian laki-laki, memperpanjang waktu role play, serta menggunakan metode penelitian kualitatif.
Kata Kunci : Asertif, Latihan Asertif, Asertivitas Korban Kekerasan Dalam Pacaran, Kekerasan Dalam Pacaran, Remaja Putri
Bibliografi : lembar 139-143
| SS00008931 | SK 8931 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.01.2017.007) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain