Text
Upaya meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita dengan model pembelajaran penemuan terbimbing pada siswa kelas VIII-5 SMPN 216 Jakarta
ABSTRAK
TANTI KURNIASARI. Upaya Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita dengan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing pada Siswa Kelas VIII-5 SMP Negeri 216 Jakarta. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita dengan model pembelajaran penemuan terbimbing pada siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 216 Jakarta. Kemampuan penalaran matematis adalah kemampuan seseorang untuk berpikir logis dalam merumuskan dan menerangkan permasalahan matematika yang diberikan serta menghubungkan pernyataan-pernyataan yang sudah diketahui dalam upaya untuk menyelesaikan suatu masalah matematika. Indikator kemampuan penalaran matematis yaitu kemampuan mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan dilaksanakan dalam 3 siklus dengan siklus 1 terdiri dari 2 pertemuan, siklus 2 terdiri dari 2 pertemuan dan siklus 3 terdiri dari 2 pertemuan. Pada setiap siklus, siswa diberikan tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi, catatan lapangan, tes akhir siklus, alat dokumentasi, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor tes siklus dan peningkatan nilai rata-rata tes siklus pada setiap akhir siklus. Nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa pada siklus I adalah 43,0, pada siklus II meningkat menjadi 63,04 dan pada siklus III meningkat menjadi 80,73. Kemudian jumlah siswa yang mencapai nilai 75 sebesar 87,5%.
Kata kunci: Penalaran Matematis, Soal Cerita, Penemuan Terbimbing
Bibliografi : lembar 107-110
Tidak tersedia versi lain