Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Maksim kerjasama pada wacana dialog pelaku dalam pentas wayang golek lakon dewa rucita pada hajat bumi kramat ganceng

Oktavia, Adelina - Nama Orang;

ABSTRAK
ADELINA OKTAVIA. Maksim Kerjasama pada Wacana Dialog Pelaku dalam Pentas Wayang Golek Lakon Dewa Rucita pada Hajat Bumi Kramat Ganceng. Skripsi. Jakarta: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Januari 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan maksim kerjasama yang mencakup pemenuhan dan pelanggaran pada wacana dialog pelaku-pelaku dalam pentas wayang golek lakon Dewa Rucita pada tradisi hajat bumi kramat ganceng. Hal ini didasarkan latar belakang hajat bumi kramat Ganceng yang berbudaya Sunda namun berada didaerah Jakarta. Waktu penelitian dilakukan antara bulan Juni 2015 – Januari 2015. Wayang golek merupakan seni pertujukan asli dari Jawa Barat. Pementasan wayang golek sendiri dipimping oleh dalang untuk menyampaikan pesan. Melalui dialog tokoh-tokoh dalang menyampaikan pesan cerita kepada penonton. Dalam menangkap suatu pesan tidak cukup dengan makna bahasa secara internal, tetapi secara ekternal, yaitu: bagaimana bahasa dipakai dalam komunikasi. Hal tersebut dipelajari dalam pragmatik. Pragmatik merupakan studi bahasa yang mempelajari relasi bahasa dengan konteksnya. Dalam komunikasi, peserta tutur harus memenuhi suatu aturan agar pesan yang disampaikan dapat ditangkap dengan baik. Aturan dalam komunikasi ini oleh Grice dinamakan maksim. Dengan mematuhi maksim diharapkan pesan yang ingin disampaikan oleh peserta tutur dapat ditangkap dengan baik. Dalang juga secara sadar atau tidak sadar melaksanakan maksim
Kata kunci: wayang golek, pragmatik, maksim.

ABSTRACT
ADELINA OKTAVIA. Maksim Kerjasama pada Wacana Dialog Pelaku dalam Pentas Wayang Golek Lakon Dewa Rucita pada Hajat Bumi Kramat Ganceng. Skripsi. Jakarta: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta. Januari 2016.
This study aims to investigate the implementation of the cooperation maxim that include fulfillment and violations of the discourse of dialogue actors in a stage play puppet show Rucita god on earth Kramat ganceng intent tradition. This is based on the background of the earth intent Kramat Ganceng cultured Sunda but located in the area of Jakarta. The research was conducted between June 2015 - January 2015. Puppet show is a display of the original art from West Java. Staging puppet show itself was led by mastermind to deliver a message. Through dialogue mastermind figures convey a message to the audience the story. In a message not enough to catch the meaning of the language internally, but externally, ie: how language is used in communication. It was learned in pragmatics. Pragmatics is the study of language study language relation to its context. In communications, said participants must meet a rule so that the messages conveyed can be captured properly. Rules in this communication by Grice called maxims. By adhering to the maxim expected the message to be conveyed by said participants can be captured properly. Dalang also consciously or unconsciously carry out the maxim
Keywords: puppet show, pragmatics, maxims.

Bibliografi : lembar 86


Ketersediaan
SS00008941SK 8941UPT Perpustakaan UNJ (CD.02.2016.004)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SK 8941
Penerbit
Jakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ., 2016
Deskripsi Fisik
xii, 241 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Wayang Golek, Progmatik, Maksim
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Adelina Oktavia
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik