Text
Aktivitas Sekolah Alam Tunas Mulia dalam memperbaiki moralitas anak pemulung : Studi di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang Kota Bekasi
ABSTRAK
ACHMAD IRFAN, Aktivitas Sekolah Alam Tunas Mulia dalam Memperbaiki
Moralitas Anak Pemulung (Studi di Sekolah Alam Tunas Mulia, Bantar Gebang-Kota
Bekasi). Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
(PPKN), Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, Mei 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atau informasi mengenai
aktivitas Sekolah Alam Tunas Mulia dalam memperbaiki moralitas anak pemulung
yang terletak di Jalan Pangkalan No. 2, RT. 02, RW.04, Kelurahan Sumur Batu,
Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, kode pos 17153.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan
adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Key informan dalam penelitian ini
adalah 2 orang pendiri Sekolah Alam Tunas Mulia, Kepala Sekolah Alam Tunas Mulia
dan 3 orang Guru Sekolah Alam Tunas Mulia. Sedangkan informan dalam penelitian
ini adalah 6 orang siswa/siswi di Sekolah Alamp Tunas Mulia. Dan expert opinion
dalam penelitian ini adalah Prof. Dr. Udin S. Winataputra, M.A. Sedangkan teknik
kalibrasi keabsahan data melalui uji credibility (validitas internal), pengujian
transferability (validitas eksternal), pengujian dependability (reabilitas) dan pengujian
confirmability (objektivitas). Dan teknik analisis data yang digunakan adalah data
reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.
Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas Sekolah Alam Tunas Mulia dalam
memperbaiki moralitas anak pemulung adalah melalui aktivitas kegiatan belajar
mengajar, aktivitas keagamaan, aktivitas seminar motivasi, aktivitas pelatihan
keterampilan, aktivitas kewirausahaan, aktivitas bakti sosial, aktivitas outbond,
aktivitas berkebun dan bertani, aktivitas beternak, dan aktivitas kompetisi. Melalui
berbagai aktivitas tersebut di dalamnya ditanamkan unsur-unsur kecerdasan moral
yang merupakan landasan utama dalam memperbaiki moralitas anak pemulung
tersebut. Unsur kecerdasan moral tersebut antara lain, empati, hati nurani, control diri,
rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, dan keadilan, yang kemudian dikelompokkan ke
dalam tiga kelompok perkembangan moral, diantaranya konsep moral (moral
knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior).
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian adalah dari berbagai aktivitas yang
dilakukan Sekolah Alam Tunas Mulia kepada anak-anak pemulung merupakan awal
dari penanaman kecerdasan moral anak. Dengan penanaman kecerdasan moral
tersebut dapat memperbaiki moralitas anak pemulung. Model pengembangan sekolah
alam yang dibuat khusus anak pemulung tersebut selain memberikan ilmu
pengetahuan seperti pada sekolah formal umumnya, juga memberikan life skill pada
anak pemulung tersebut. Serta memperbaiki moralitas anak pemulung melalui
berbagai aktivitas di dalamnya. Sekolah Alam Tunas Mulia sangat bermanfaat dan
berdampak besar bagi kehidupan dan masa depan anak pemulung. Dengan adanya
Sekolah Alam Tunas Mulia mereka dapat merasakan pendidikan, mendapatkan life
skill, memiliki moralitas yang baik, serta dapat memperbaiki kehidupan perekonomian
mereka ke depannya.
Kata Kunci: Aktivitas, sekolah alam, pendidikan non formal, dan moralitas.
Bibliografi: lembar 148-150
Tidak tersedia versi lain