Text
Gereja Kristen jawa pada masa revolusi Indonesia (1945-1949)
ABSTRAK
ARYO NARUTOMO. Gereja Kristen Jawa Pada Masa Revolusi Indonesia (1945-1949) Skripsi, Jakarta, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Pengkabaran Injil di Pulau Jawa mengalami kemajuan pada pertengahan abad- 19 melalui zending-zending Belanda dan usaha penyebaran perseorangan. Orang-orang Jawa juga ikut menyebarkan agama Kristen dengan caranya sendiri, Tunggul Wulung dan Sadrach sebagai contohnya. Jemaat Sadrach inilah yang kemudian menjadi jemaat Gereja Kristen Jawa. GKJ berdiri pada tahun 1931 dan mengalami proses “revolusi di dalam diri sendiri” pada masa kekuasaan Jepang dan masa Revolusi Indonesia. Penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana proses perubahan yang cepat tersebut dalam kehidupan pelayanan GKJ sendiri dan perjuangan untuk Republik pada masa revolusi.
Penelitian ini berusaha mengungkapkan langkah-langkah teologi yang diambil pada masa Revolusi Indonesia. GKJ adalah gereja asuhan zending Belanda yang pada masa Jepang dan revolusi, segala yang berhubungan Belanda dianggap sebagai musuh. Namun saat itu, GKJ tidak mampu berdiri sendiri, sehingga perlu adanya hubungan dengan gereja-gereja lain di sekitar GKJ.
Perjuangan yang dilakukan GKJ dan para pemimpinnya salah satunya Basoeki Probowinoto dan pemimpin-pemimpin muda dari gereja lain pada masa revolusi adalah mendirikan partai politik Partai Kristen Indonesia atau disingkat Parkindo. Parkindo didirikan sebagai usaha memperjuangkan bangsa sekaligus sebagai sarana politik bagi rakyat yang beragama Kristen. Sekaligus sebagai pembuktian bahwa Kristen di Indonesia hampir seluruhnya memihak republik.
Bibliografi : lembar 75-76
| SS00009795 | SK 9795 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2016.006) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain