Text
Peningkatan keterampilan berbicara menjelaskan denah melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning pada kelas IV SDN 01 Pondok Petir Bojongsari Depok
ABSTRAC
Pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini belum berhasil mencapai empat sasaran keterampilan berbahasa dengan baik. Keempat keterampilan itu adalah keterampilan membaca, keterampilan menulis, keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara.. Keterampilan berbicara masih belum dieksplorasi perkembangannya dalam pembelajaran. Mengingat salah satu fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, maka pembelajaran Bahasa Indonesia berasaskan sebuah pendekatan komunikatif, yang bertujuan memahirkan siswa agar terampil berkomunikasi.Richard and Rodgers (2001) dalam Patricia Duff (2012, 2) menyatakan bahwa pendekatan bahasa komunikatif (CLT) memberikan pembelajar pengetahuan bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Savignon (1983, 2001, 2005, 2007), dalam Patricia Duff (2012,8) menyebutkan bahwa CLT pembelajaran yang berfokus pada pemahaman fungsi komunikatif bahasa dalam berbagai konteks sosial. Kemudian pendekatan ini dipadukan dengan sebuah pendekatan yang menjadikan pembelajaran menyenangkan, yaitu pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).Disebutkan dalam jurnal NCCTE-Highlight No. 05 bahwa Contextual teaching and learning (CTL) adalah model dari teori konstruktivis dan merupakan konsep pembelajaran yang menghubungkan materi dengan kehidupan. CTL dapat mendorong siswa menghubungkan pengetahuan yang didapat untuk diaplikasikan pada kehidupannya di keluarga maupun masyarakat. CTL mendorong siswa belajar untuk dapat bekerja sungguhsungguh. Keterampilan komunikasi Bahasa Indonesia menunjuk pada keterampilan berbicara, yang merupakan salah satu bentuk komunikasi secara lisan. Keterampilan berbicara merupakan bagian dari keterampilan
Bibliografi : lembar 171-173
| TM00004600 | TM 4600 | UPT Perpustakaan UNJ | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Penyiangan 2025 |
Tidak tersedia versi lain