Text
Kenakalan dan tindak kekerasan anak didik pemasyarakatan : studi kasus andikpas pelaku kenakalan dan korban kekerasan di lembaga pembinaan khusus anak pria klas 1 Tangerang
ABSTRAK
Luthfy Dwianna Maharani, Kenakalan Dan Tindak Kekerasan Anak Didik
Pemasyarakatan (Studi Kasus: Andikpas Pelaku Kenakalan dan Korban Kekerasan Di
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pria Klas I Tangerang), Skripsi, Jakarta: Program
Studi Sosiologi, Konsentrasi Sosiologi Pembangunan, Jurusan Sosiologi, Fakultas
Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kenakalan dan tindak kekerasan
yang terjadi di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pria Klas I
Tangerang. Banyaknya kasus kenakalan dan kekerasan yang terjadi di dalam LPKA
terkadang luput dari pengawasan masyarakat, terutama Petugas LPKA. Anak didik
pemasyarakatan seolah tidak memiliki hak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Konsep yang digunakan adalah Kenakalan, Tindak Kekerasan, Anak Didik
Pemasyarakatan dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Adapun teori yang
digunakan sebagai pisau analisis adalah differential association theory yang
dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland. Subjek penelitian terdiri dari 5 andikpas
sebagai informan kunci dan 2 orang informan pendukung dari LPKA Pria Klas I
Tangerang dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Penulis melakukan penelitian
di dua lokasi yang berbeda, yakni LPKA Pria Klas I Tangerang sebagai lokasi
penelitian utama dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia sebagai lokasi penelitian
pendukung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara,
serta studi pustaka. Teknik triangulasi data dilakukan di LPKA Pria Klas I Tangerang
dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia guna mendapatkan kebenaran yang kuat
dari pada informan terkait. Penulis melakukan wawancara dalam penelitian ini dalam
jangka waktu lima bulan, yakni sejak Agustus 2015 hingga Januari 2016.
Hasil penelitian menyatakan bahwa di LPKA Pria Klas I Tangerang masih
terdapat kenakalan yang dilakukan oleh andikpas, seperti merokok, mencuri, hingga
tindak kekerasan. Permasalahan kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh
andikpas ada dua: Pertama, faktor yang mendasari terjadinya kenakalan dan tindak
kekerasan yang dilakukan oleh sesama Andikpas bermula dari rendahnya fungsi
sosial keluarga, sehingga semakin tinggi tingkat penyimpangan yang dilakukan oleh
anak. Selain itu, lingkungan LPKA yang kurang kondusif menjadi faktor terbesar
terjadinya kenakalan dan kekerasan di dalam LPKA. Kedua, tingkah laku kriminal,
motif serta motif melakukan kejahatan yang dilakukan oleh anak selama berada di
LPKA justru dipelajari melalui interaksi antar sesama andikpas di LPKA Pria Klas I
Tangerang.
Kata kunci: Kenakalan, Tindak Kekerasan, Anak Didik Pemasyarakatan,
Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Kejahatan.
Bibliografi : lembar 110-112
| SS00009876 | SK 9876 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.04.2016.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain