Text
Prototipe sistem monitoring nirkabel dengan kendali sushu dan kelembaban otomatis berbasis microcontroller pada kumbung jarum tiram
ABSTRAK
Ibrahim Hafiz. PROTOTIPE SISTEM MONITORING NIRKABEL DENGAN KENDALI SUHU DAN KELEMBABAN OTOMATIS BERBASIS MICROCONTROLLER PADA KUMBUNG JAMUR TIRAM. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. 2016. Pembimbing Nur Hanifah Yuninda, S.T., M.T. dan Syufrijal, S.T., M.T.
Jamur tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang bernilai tinggi dengan kandungan gizi protein 27%, lemak 1,6%, karbohidrat 58%, serat 11,5%, abu 0,3%, dan kalori sebesar 265 kalori. Jamur tiram merupakan komoditi yang mempunyai prospek sangat baik untuk dikembangkan, oleh sebab itu saat ini budidaya jamur tiram di Indonesia sedang marak. Maraknya usaha budidaya jamur tiram di Indonesia tidak diikuti dengan perkembangan teknologi.
Budidaya jamur tiram dilakukan dengan sederhana, padahal banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram seperti suhu dan kelembaban. Untuk mengetahui nilai suhu dan kelembaban menggunakan alat ukur hygrometer dan untuk melihatnya harus masuk ke dalam kumbung jamur di mana alat itu dipasang. Kemudian untuk menjaga nilai suhu dan kelembaban dilakukan penyiraman air setiap pagi.
Dengan adanya perkembangan teknologi seperti microcontroller dan adanya sensor suhu dan kelembaban DHT11 pada kumbung jamur tiram dapat dibuat sistem monitoring nirkabel dengan kendali suhu dan kelembaban otomatis. Sistem monitoring nirkabel diharapkan memudahkan pemantauan nilai suhu dan kelembaban. Kemudian dengan adanya kendali suhu dan kelembaban otomatis diharapkan membantu dan memudahkan budidaya jamur tiram.
Berdasarkan hasil penelitian, sistem monitoring nirkabel memudahkan pemantauan nilai suhu dan kelembaban pada kumbung jamur tiram. Kemudian kendali suhu dan kelembaban otomatis membantu menjaga nilai suhu dan kelembaban sesuai dengan kebutuhan jamur tiram pada proses pertumbuhan tubuh buah. Nilai suhu dan kelembaban yang dijaga sesuai kebutuhan pertumbuhan tubuh buah jamur tiram mempercepat waktu kemunculan primordia rata-rata 26 jam 24 menit dan waktu panen rata-rata 21 jam 36 menit. Jamur tiram yang dibudidayakan oleh sistem kendali suhu dan kelembaban otomatis memiliki berat total yang lebih baik, yaitu 230gr lebih berat dibandingkan jamur tiram yang dibudidayakan secara sederhana.
Kata Kunci: Jamur tiram, microcontroller, dan DHT11.
Bibliografi : lembar 57-58
Tidak tersedia versi lain