Text
Pola Pengembangan kemampuan interaksi sosial : studi anak autis di kelas individual pada sekolah Talenta Center Bekasi
ABSTRAK
Astri Pramesnawa Ningtiyas, Pola Pengembangan Kemampuan Interaksi Sosial (Studi Anak Autis di Kelas Individual pada Sekolah Talenta Center Bekasi). Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kemampuan interaksi sosial peserta didik autis di Sekolah Talenta Center Bekasi yang terlihat melalui manajemen kelas yang dirancang oleh guru kelas individual. Manajemen kelas yang dirancang sesuai dengan karakteristik peserta didik autis akan membantu dalam menciptakan pola interaksi sosial peserta didik autis di dalam maupun di luar kelas. Pengembangan pola interaksi sosial ini juga dapat membantu peserta didik autis dalam meminimalisir gangguan komunikasi dan gangguan perilaku.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Talenta Center Bekasi di Ruko Mutiara Bekasi Center (Sentral Niaga Kalimalang) di Jalan Jend. A. Yani No. 1 Blok B/6&7, Bekasi pada bulan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci ialah guru kelas individual dan Kepala Sekolah Talenta Center Bekasi. Informan pendukung yakni satu orangtua murid dari peserta didik autis dan seorang psikiater anak dan remaja di Sekolah Talenta Center Bekasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi/studi pustaka. Triangulasi data yakni seorang terapis di salah satu sekolah swasta di Tanggerang dan Dinas Pendidikan Bekasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pola interaksi sosial yang tercipta pada anak autis yaitu, pertama, interaksi sosial pola kerjasama adalah interaksi sosial yang terjalin antara peserta didik autis dengan peserta didik autis dikarenakan adanya faktor imitasi (peniruan). Kedua, interaksi sosial pola persaingan adalah pola interaksi sosial yang terjalin antara peserta didik autis dengan guru kelas dikarenakan adanya faktor motivasi. Ketiga, interaksi sosial pola pertikaian (konflik) adalah interaksi sosial yang terjalin antara peserta didik autis dengan peserta didik autis dikarenakan adanya faktor ketidaksenangan. Selanjutnya diketahui terdapat manajemen kelas yang telah dirancang oleh guru kelas individual yang mampu membantu guru kelas individual dalam pengelolaan interaksi sosial. Dengan adanya pengelolaan interaksi sosial tersebut, peserta didik autis mampu meminimalisir gangguan komunikasi dan gangguan perilaku yang dimilikinya.
Kata Kunci: Karakteristik Anak Autis, Pola Interaksi Sosial, Manajemen Kelas
Bibliografi : lembar 183-184
Tidak tersedia versi lain