Text
Peningkatan keterampilan sosial anak melalui metode bermain tradisional : penelitian tindakan di TK Nurul'Ain pada anak TK Kelompok B, Desa Gue Gajah, Kabupaten Aceh Besar, tahun 2013
RINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial
pada anak usia 5-6 tahun di TK Nurul ‘Ain, Desa Gue Gajah, Aceh
Besar. Berdasarkan observasi prapenelitian, masih ditemui beberapa
anak didik yang cenderung senang dan memilih untuk bermain sendiri, tidak mau berinteraksi dan bersosialisasi dengan anak lain, ada pula yang lebih suka mengganggu anak lain, sukar diatur, dan suka membantah. Selain itu, peneliti juga merasa ingin dan perlu memberikan motivasi dan inovasi kepada guru-guru di TK ini.
Seefeldt dan Barbour (1994) mengatakan bahwa keterampilan
sosial meliputi keterampilan komunikasi, berbagi (sharing), bekerja sama, berpartisipasi dalam kelompok masyarakat. Dan bermain memberikan kebebasan kepada anak untuk berimajinasi,
bereksplorasi, dan menciptakan sesuatu. (Carron & Ellen Jan, 1999).
Dunia anak merupakan dunia bermain. Saat bermain anak belajar
tentang banyak hal dan memaknai hidup termasuk mengasah
keterampilan sosialnya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action
research) model Kemmis dan Taggart, yang meliputi empat tahapan,
yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.
Dengan memberikan suatu tindakan pada subjek yang diteliti melalui
bermain dengan permainan tradisional “Galasin”, “Kejar-Kejaran
(Kriim)”, dan “Lompat Karung” sebagai varibel bebas dan untuk
mengetahui peningkatan keterampilan sosial anak sebagai varibel
terikat. Instrumen penelitian dikembangkan oleh peneliti terbagi dalam 5 aspek yang diuraikan dalam 19 indikator yang valid berdasarkan uji validitas dan realibitas. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik catatan lapangan, wawancara, teknik observasi, dan pengisian lembar instrument penelitian. Selama proses penelitian, peneliti bersama kolaborator melakukan pengamatan yang hasilnya dievaluasi secara kolaboratif dan refleksi dan dari tindakan tersebut
dipergunakan sebagai bahan analisis data dan perencanaan untuk
siklus selanjutnya. Adapun hasil pra-intervensi dibandingkan dengan hasil post-intervensi untuk melihat apakah tindakan yang dilakukan sudah menunjukkan peningkatan atau belum.
Hasil penelitian menunjukkan adanya proses peningkatan hasil
pada keterampilan sosial anak melalui penerapan metode bermain
permainan tradisional. Hal ini dapat dilihat dari hasil pra-intervensi dimana keterampilan sosial yang dimiliki siswa B3 secara keseluruhan sebesar 851 dengan rerata 42,55. Setelah diberikan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 939,50 dengan rerata 46,98 dan pada siklus II sebesar 1039,50 dengan rerata 51,98. Dan pada data post-intervensi yang dilakukan sebagai refleksi setelah dilakukannya siklus I dan siklus II, hasil yang diperoleh adalah 1082,50 dengan rerata 54,13. Permainan tradisional dalam penelitian ini cukup efektif
untuk dijadikan menu pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan
sosial anak di kelas B3 TK Nurul ‘Ain. Secara keseluruhan terjadi
peningkatan keterampilan sosial anak sebesar 78, 61%.
Bibliografi : lembar 246-251
| TM00004783 | TM 4783 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2013.001) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Penyiangan 2025 |
Tidak tersedia versi lain