Text
Gambaran kebermaknaan hidup pada narapidana kasus ayah yang memperkosa anak kandungnya (incest) di Lapas Cipinang Kelas 1 : studi kasus pada 2 narapidana pelaku incest
GAMBARAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA NARAPIDANA KASUS AYAH YANG MEMPERKOSA ANAK KANDUNGNYA (INCEST) DI LAPAS CIPINANG KELAS 1
(2016) Sufirianto Adam Prakoso
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dinamika Kebermaknaan Hidup pada Narapidana Kasus Ayah yang Memperkosa Anak Kandungnya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengukuran ini menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam mengumpulkan data-data di lapangan. Sebelum wawancara disiapkan terlebih dahulu pedoman wawancara yang di susun sesuai aspek pertanyaan yang ingin di ketahui .Patton (dalam Poerwandari, 2013) menjelaskan bahwa proses analisis dapat melibatkan konsep-konsep yang muncul dari jawaban atau kata-kata responden sendiri (indigenous concepts) Hasil analisis menunjukan bahwa narapidana kasus incest yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang , masih dapat menemukan makna hidupnya meski dirinya hidup dalam keadaan derita seperti ejekan dari narapidana lain, kekerasan fisik dan tidak adanya dukungan dari keluarga.
Kata kunci: incest , makna hidup, narapidana
Bibliografi : lembar 145-146
| SS00010152 | SK 10152 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.01.2016.004) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain