Text
Pengaruh komunikasi interpersonal dan stres kerja terhadap komitmen organisasi pegawai Pusdiklat Bea Dan Cukai
ABSTRAK
Pusdiklat Bea dan Cukai sebagai unit eselon II dibawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) sedang mengemban transformasi kelembagaan agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Komitmen organisasi pegawai menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan transformasi kelembagaan tersebut. Untuk mewujudkan komitmen organisasi yang tinggi didukung oleh ketepatan komunikasi interpersonal pegawai dan rendahnya stres kerja pegawai. Dalam penelitian ini yang dinilai adalah komunikasi interpersonal dan stres kerja. Dalam buku Organizational Behavior: Improving Performance and Commitment in The Workplace, Meyer dan Ellen yang dikutip oleh Colquitt, LePine dan Wesson mendefinisikan ,”organizational commit as the desire on the part of an employee to remain a member of the organization”. Komitmen organisasi adalah keinginan karyawan untuk tetap menjadi anggota organisasi. Sementara komunikasi interpersonal, Devito dalam bukunya The Interpersonal Communication Book Elevent Edition menjelaskan,” interpersonal Communication is the communication that takes place between two persons who have an established relationship; the people are in some way “connected”. Dijelaskan komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang yang telah memiliki hubungan, dimana orang – orang tersebut telah berhubungan dengan berbagai cara. Sedangkan mengenai stres kerja, Richard L. Daft dalam bukunya New Era of
Management Ninth Edition mengatakan bahwa “most people have a general idea of what a stressful job is like: difficult, uncomfortable, exhausting, evenfrightening”. Dijelaskan bahwa stres kerja adalah seperti kesulitan, ketidaknyamanan, melelahkan dan bahkan menakutkan. ivMetode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan menjelaskan hubungan kausal dengan analisis jalur (path analysis). Hasil uji coba instrumen komitmen organisasi dari 30 butir yang diujicobakan, 4 butir soal dinyatakan tidak valid dengan hasil uji reliablitas instrumen sebesar 0,908. Hasil analisis ujicoba instrumen komunikasi interpersonal dari 30 butir yang diujicobakan , 3 butir soal yang dinyatakan tidak valid dengan hasil uji reliabilitas instrumen sebesar 0,927. Hasil analisis ujicoba instrumen stres kerja dari 30 butir yang diujicobakan , terdapat 2 butir soal yang dinyatakan tidak valid dengan hasil uji reliabilitas instrumen sebesar 0,949. Berdasarkan hasil yang diperoleh setelah melakukan analisis data yang digunakan sebagai dasar dalam menjawab hipotesis dan menarik kesimpulan, maka temuan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Komunikasi interpersonal berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi dengan koefisien korelasi sebesar 0,493 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,364. (2) Stres kerja berpengaruh langsung negatif terhadap komitmen organisasi dengan koefisien korelasi sebesar – 0,461 dan nilai koefisien jalur sebesar – 0,309. (3) Komunikasi interpersonal berpengaruh langsung negatif terhadap stres kerja dengan koefisien korelasi sebesar – 0,418 dan nilai koefisien jalur sebesar – 0, 418. Dengan demikian terdapat pengaruh langsung positif komunikasi interpersonal terhadap komitmen organisasi, dan pengaruh langsung negatif stres kerja terhadap komitmen organisasi, dan komunikasi interpersonal terhadap stres kerja. Sehingga implikasinya adalah upaya mewujudkan peningkatan komitmen organisasi melalui variabel komunikasi interpersonal dan stres kerja serta upaya peningkatan komunikasi interpersonal melalui penurunan stres kerja.
Bibliografi : lembar 156-158
Tidak tersedia versi lain