Text
Hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan pinggul dengan kecepatan tendangan naeryo chagi atlet taekwondo Universitas Negeri Jakarta
RINGKASAN
AHMAD JAELANI, “HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KELENTUKAN PINGGUL DENGAN KECEPATAN TENDANGAN NAERYO CHAGI ATLET TAEKWONDO UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA”. Skripsi Program Studi Pendidikan Jasmani, Jurusan Olahraga Pendidikan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta 2016.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kekuatan otot tungkai dan kelentukan pinggul dengan kecepatan tendangan Naeryo Chagi atlet taekwondo Universitas Negeri Jakarta.
Penelitian ini dilaksanakan di kampus B Universitas Negeri Jakarta dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi. Dimana kekuatan otot tungkai di tes menggunakan leg press, kelentukan pinggul dengan menggunakan alat test yaitu sit and reach dan kecepatan tendangan Naeryo Chagi menggunakan aplikasi Kinevea. Pengambilan dan pengolahan data ini berlangsung selama satu hari. Dilaksanakan pada hari jumat, 13 Mei 2016 pukul 07.00 WIB.
Diawali dengan menggunakan test kekuatan otot tungkai, lalu test kelentukan pinggul dan terakhir test kecepatan tendangan Naeryo Chagi pada atlet taekwondo Universitas Negeri Jakarta sebanyak 20 orang.
Hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap hasil kecepatan tendangan dinyatakan oleh persamaan regresi Ŷ = 14.88 + 0.702 X2. Artinya hasil kecepatan tendangan dapat diketahui atau diperkirakan dengan persamaan regresi tersebut, jika variabel kekuatan otot tungkai (X1) diketahui.
Hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan hasil kecepatan tendangan (Y) ditunjukan oleh koefisien korelasi ry1 = 0.702 Koefisien korelasi tersebut harus diuji terlebih dahulu mengenai keberartiannya, sebelum digunakan untuk mengambil kesimpulan. Dari uji keberartian koefisien korelasi terlihat bahwa t.hitung = 4.19 lebih Besar dari t.tabel = 1.73 berarti koefisien korelasi ry1= 0.702 adalah signifikan. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang positif antara kekuatan otot tungkai terhadap hasil leg press diterima. Koefisien determinasi hasil leg press terhadap kekuatan otot tungkai (ry1²) = 0.493 hal ini berarti bahwa 49.3 % hasil kecepatan tendangan ditentukan oleh kekuatan otot tungkai (X1).
Hubungan kelentukan pinggul dan kecepatan tendangan dinyatakan oleh persamaan regresi Ŷ = 13.56 + 0.729 X2. Artinya hasil kecepatan tendangan naeryo chagi dapat diketahui atau diperkirakan dengan persamaan regresi tersebut, jika variabel kelentukan pinggul (X2) diketahui.
ii
Hubungan antara kelentukan pinggul (X2) dengan hasil kecepatan tendangan (Y) ditunjukan oleh koefisien korelasi ry2 = 0.729 Koefisien korelasi tersebut harus diuji terlebih dahulu mengenai keberartiannya, sebelum digunakan untuk mengambil kesimpulan. Dari uji keberartian koefisien korelasi bahwa t.hitung = 4.51 lebih Besar dari t,tabel = 1.73 berarti koefisienkorelasi ry2= 0.688 adalah signifikan. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang positif antara kelentukan pinggul terhadap sit and reach diterima. Koefisien determinasi kelentukan pinggul terhadap sit and reach (ry2²) = 0.531 hal ini berarti bahwa 53.1 % kecepatan tendangan (Y) ditentukan oleh kelentukan pinggul (X2).
Hubungan antara kekuatan otot tungkai (X1) dan kelentukan Pinggul (X2) dengan kecepatan tendangan (Y) dinyatakan oleh persamaan regresi Ŷ = -0.522 + 0.528 X1 + 0.483 X2. Sedangkan hubungan antara ketiga variabel tersebut dinyatakan oleh koefisien korelasi ganda Ry1-2 = 0.851 Koefisien korelasi ganda tersebut, harus di uji terlebih dahulu mengenai keberartiannya sebelum digunakan untuk mengambil kesimpulan. Uji keberartian koefisien korelasi terlihat bahwa F.hitung = 22.257 lebih besar dari F.tabel = 4.45 yang berarti koefisien korelasi ganda tersebut Ry1-2 = 0.851 adalah signifikan. Hal Dengan demikian hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang Positif antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan Pinggul terhadap kecepatan tendangan di dukung oleh data penelitian, yang berarti meningkatnya kekuatan otot tungkai dan kelentukan pinggul maka akan meningkat pula kecepatan tendangan. Koefisien determinasi (Ry1.2.)2 = 0.724 hal ini berarti bahwa 72.4% kecepatan tendangan ditentukan oleh kekuatan otot tungkai dan kelentukan pinggul secara bersama-sama.
Bibliografi : lembar 54-55
Tidak tersedia versi lain