Text
Hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 14 Bekasi
ABSTRAK
Adlina Rifka, Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar Sejarah
Siswa di SMA Negeri 14 Bekasi. Skripsi. Jakarta : Program Studi Pendidikan
Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai
hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar sejarah. Penelitian ini
dilakukan selama 2 bulan terhitung sejak bulan Maret sampai dengan Mei 2016.
Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode korelasi
Populasi target penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 14 Bekasi
yang berjumlah 1037 siswa, sedangkan populasi terjangkaunya adalah seluruh
siswa kelas XI IPS yang berjumlah 103 siswa. Teknik pengambilan sampel
melalui porpotional random sampling. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 48,5%
dari jumlah populasi tiap kelas yang ditentukan, sehingga diperoleh sampel
sebanyak 50 siswa.
Instrumen penelitian yang digunakan untuk variabel X (Kecerdasan
Emosional) dengan menggunkan skala likert. Uji coba dilakukan melalui uji
validitas dengan rumus r product moment dengan 45 butir soal valid untuk
instrumen kecerdasan emosional. Dilanjutkan dengan uji reliabilitas dimana
didapat reliabilitas dari kuesioner kecerdasan emosional sebesar 0,914 yang
berarti sangat reliabel, sedangkan data nilai hasil belajar sejarah diperoleh dari
nilai Ujian Akhir Semester yang didapat dari guru mata pelajaran sejarah di SMA
Negeri 14 Bekasi.
Uji persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas dengan
menggunakan rumus Liliefors , didapat nilai Lhitung untuk kecerdasan emosional
sebesar 0,069 dan untuk hasil belajar sejarah sebesar 0,056. Nilai Ltabel untuk n=50
dan taraf signifikansi 95% (α = 0,05 sebesar 0,125) sehingga Lhitung < Ltabel dan
dapat disimpulkan bahwa kedua data berdistribusi norma. Analisis regresi liniear
sederhana menghasilkan persamaan regresi linier, didapat a= 21,7245 dan
b=.0,36174 diperoleh persamaan regresinya adalah Ŷ
= 21,72 + 0,362 X.
Berdasarkan persamaan tersebut dapat diketahui terdapat perubahan 1 nilai
variabel kecerdasan emosional maka akan diikuti dengan berubahnya variabel
hasil belajar sejarah sebesar 21,7245 pada konstanta 0,362. Hasil hitung uji
keberartian regresi pada α =0,05 didapat Fhitung = 46,16 sedangkan Ftabel = 4,04
dimana Fhitung >Ftabel hal ini menunjukkan bahwa regresi berarti. Hasil perhitungan
linieritas pada α =0,05 didapat Fhitung = 1,13 sedangkan Ftabel = 2,57. Fhitung < Ftabel
hal tersebut menunjukkan bahwa regresi yang digunakan Liniear. Pengujian
hipotesis ini diperoleh rhitung sebesar 0,700 sedangkan rtabel untuk n = 50 siswa
dengan taraf α =0,05 adalah 0,279. Ini berarti nilai rhitung > rtabel. Uji signifikansi
koefisien korelasi dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikan sebesar 0,05
dengan dk (n-2) = (50-2) = 48 sebesar 1,68 dari hasil pengujian didapat rhitung =
6,79 > rtabel = 1,68
Kesimpulan yang dapat diambil ialah H0 ditolak dan H1 diterima dengan
demikian terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar sejarah
siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 14 Bekasi dari koefisien determinasi sebesar
49,03% dari variabel X yang ditentukan oleh variabel Y
Bibliografi : lembar 61-62
Tidak tersedia versi lain