Text
Adat perkawinan masyarakat batak toba di Jakarta (1971-2011)
ABSTRAK
Parulian Situmorang. Adat Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Jakarta (1971-2011). Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upacara adat perkawinan masyarakat Batak Toba di Jakarta pada kurun waktu 1971-2011, serta mengungkapkan keadaan sebelum perubahan dan juga faktor-faktor yang menyebabkan perubahan adat perkawinan tersebut. Terdapat dua permasalahan dalam skripsi ini yaitu Pertama, bagaimana pelaksanaan upacara adat perkawinan masyarakat Batak Toba di daerah asal dan Kedua, perubahan apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan upacara adat perkawinan masyarakat Batak Toba di Jakarta kurun waktu 1971-2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang di dalamnya terdapat tahap-tahap heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pertama, di daerah asal keseluruhan hidup masyarakat Batak Toba diatur oleh adat. Fungsinya yang utama adalah menciptakan keteraturan di dalam masyarakat. Kegiatan sehari-hari bila berhubungan dengan sesama masyarakat Batak Toba selalu diukur dan diatur berdasarkan adat. Ketentuan untuk keluarga mulai dari mencari jodoh sampai pada kelanjutannya dilandasi dengan prinsip yang terdapat dalam konsep dalihan na tolu mengenai perkawinan.
Kedua, upacara adat perkawinan masyarakat Batak Toba di Jakarta telah mengalami perubahan dari upacara perkawinan yang biasa dilakukan di daerah asal. Perubahan tersebut dilandasi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan dan faktor ekonomi. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Batak Toba yang ada di Jakarta untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi dan dengan peningkatan pemenuhan kebutuhan ekonomi oleh masyarakat Batak Toba yang tinggal di Jakarta, maka hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan dalam menjalankan aktifitas kebudayaan, termasuk upacara adat perkawinan. Perubahan yang terjadi pada upacara perkawinan masyarakat
iv
Batak Toba yang ada di Jakarta adalah suatu bentuk penyederhanaan. Kegiatan yang seharusnya dilakukan berhari-hari kini dituntaskan dalam satu hari. Upacara adat perkawinan ini disebut dengan pesta ulaon sadari. Perubahan yang dimaksud adalah pada proses upacara paulak une dan upacara maningkir tangga yang seharusnya dilaksanakan 7 hari dan 14 hari kemudian, justru dituntaskan dalam satu hari saja.
Bibliografi : lembar 89-93
Tidak tersedia versi lain