Text
Pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 93 Jakarta
ABSTRAK
Fauziah Dinilah. Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 93 Jakarta. Skripsi, Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMA Negeri 93 Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Juli hingga Oktober 2015 dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah sebagai informan kunci serta guru sejarah dan siswa sebagai informan inti, serta hasil pengamatan dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran sejarah wajib di SMA Negeri 93 Jakarta tidak terlaksana secara optimal dan efektif. Sekolah telah menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang kegiatan pembelajaran, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran tidak digunakan sama sekali. Kegiatan pembelajaran selalu diisi dengan metode yang sama di setiap pertemuan, yakni metode jigsaw. Metode yang selalu sama membuat siswa bosan dan acuh terhadap pembelajaran yang berlangsung di kelas. Kebanyakan siswa menunjukkan sikap yang kurang baik seperti mengobrol, main handphone, mendengarkan lagu, tidur dan lainnya. Hingga akhirnya kebanyakan siswa tidak memahami isi materi yang dipelajari dan mendapatkan nilai dibawah kriteria ketuntasan minimum atau tidak tuntas. Ketidak tuntasan ini harus diperhatikan dan dicari jalan keluar terbaiknya hingga dapat diatasi, salah satu caranya dengan mengadakan perbaikan (remedial).
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas tidak sesuai dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru. Pada pelaksanaan pembelajaran, kegiatan pendahuluandilakukan guru saat memulai pelajaran dengan memperhatikan kerapihan kelas dan absensi siswa, tetapi tidak melakukan
ii
apersepsi dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran kepada siswa. Kegiatan inti, guru langsung mengelompokkan siswa dalam empat kelompok, memberikan tugas membuat rangkuman secara berkelompok dan dipresentasi oleh ketua dari masing-masing kelompok. Kegiatan penutup, diakhir pembelajaran tidak dilakukan penarikan kesimpulan, guru memberikan tugas membaca di rumah dan kelas ditutup dengan doa. Kegiatan tersebut terus dilakukan di setiap pertemuan, setiap materi dan setiap kelas.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan secara optimal dan efektif. Banyak hal dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa tidak tuntas dalam menguasai materi.
Bibliografi : lembar -
Tidak tersedia versi lain