Text
Pengaruh kepemimpinan instruksional dan kepribadian terhadap persistensi guru SD Negeri se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat
RINGKASAN
Lembaga pendidikan khsusnya sekolah yang ada di pedalaman seperti papua dan papua barat sekitarnya biasanya dalam mencapai tujuan seringkali dihadapkan pada beberapa faktor yang dapat memperhambat lajunya perkembangan pendidikan di papua dan papua barat. Hal ini di tandai dengan masih banyaknya guru yang tidak melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai mana mestinya. Rendahnya ketekunan guru yang ada di pedalaman papua dan papua barat disebabkan oleh letak geografis atau yang sulit, kepala sekolah lebih banyak mengurus keluarganya di bandingkan mengurus sekolah, guru yang selalu jarang masuk di sekolah, guru lebih banyak di kantor daripada di kelas, tunjangan guru sering terlambat, kepala sekolah tidak transparan dalam hal keuangan sekolah, guru yang mementingkan urus keluarga ketimbang mengajar di sekolah sesuai dengan tugasnya, kepala sekolah dan guru yang kurang memahami materi untuk mempersulit kepala sekolah dan guru dalam memahami materi yang diberikan, kepala sekolah tidak mempromosi kan guru-guru yang berprestasi dalam kinerjanya, masih adanya kepala sekolah yang memiliki kepemimpinan instruktional yang masih rendah, misalnya sulit mengambil keputusan, acuh tak acuh dengan permasalahan yang ada, kurang motivasi guru dalam meningkatkan kualitas diri atau pembelajaran, serta masih banyak guru yang tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengajar, masih ada beberapa sekolah dimana guru yang satu tidak melakukan kerjasama yang baik, hubungan dengan pimpinan sekolah juga tidak terlalu terjalin, pekerjaan tidak efektif serta susah dalam mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya serta masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat ketekunan guru. Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh Lunenburg dan Irby mengatakan,”several findings from the teacher effectiveness research follow and sould impact how principals assist teachers in improving their teaching practices: (a) when teachers employ systematic teachingprocedures, achievement improves; (b) effective teachers spend more time working with small groups throughout the day; (c) greater academic progress occurs when teachers begin their lessons with review; (d) effective teachers use systematic feedback with students abaut their performance; (e) teacher who have higher rates ofcommunications with parents are viewed as more effective”. McShane dan Glinov berpendapat: “instead it explains how our needs are based on innate drives, how emotions are generated from those drives in the context of a specific situation, and how personal experience and cultural values influence the intencity, persistence, and direction of effort”. Hellriegel dan Slocum, Jr menjelaskan, “the individuals personality is another factor that may have a marked effect on the style of interpersonal behavior he displays in a group. One study examined the possible influence of machiavellianism, a porsonality trait, on job strain and performance of managers”. Oleh sebab itu peneliti ingin mengkaji secara ilmiah apakah kepemimpinan instruksional dan kepribadian berpengaruh terhadap persistensi guru SD Se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian adalah guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat dengan jumlah sampel sebanyak 80 guru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah diujicoba. Berdasarkan hasil uji coba, variabel persistensi diukur menggunakan 34 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,938, variabel kepemimpinan instruksional diukur menggunakan 30 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,970, variabel personality diukur menggunakan 28 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,980. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi dan jalur.
Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepemimpinan instruksional terhadap persistensi menunjukkan nilai koefisien korelasi 0,721 dan koefisien jalur 0,538. Ini berarti semakin tinggi tingkat kepemimpinan instruksional kepala sekolah dapat meningkatkan persistensi guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepribadian terhadap persistensi menunjukkan nilai 0,365 dan koefisien jalur 0,635. Sehingga terdapat pengaruh langsung positif kepribadian seseorang terhadap persistensi. Artinya semakin tinggi kepribadian seseorang akan mengakibatkan peningkatan persistensi guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Hasil uji signifikansi koefisien jalur pengaruh kepemimpinan instruksional terhadap kepribadian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,503 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,503. Peningkatan tingkat kepemimpinan instruksional kepala sekolah dapat mengakibatkan peningkatan kepribadian guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Se-Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Dengan hasil tersebut, maka implikasinya adalah persistensi dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kepemimpinan instruksional dan kepribadian dari kepala sekolah dan guru.
Bibliografi : lembar 112-114
| TM00002227 | TM 2227 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2017.003) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain