Text
Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi intrinsik terhadap kreativitas guru MTS Negeri di Jakarta Utara
RINGKASAN
Lingkungan kerja adalah suasana tempat kerja yang mendukung seseorang dalam bekerja baik meliputi fisik dan nonfisik sehingga memberikan kesan menyenangkan, aman, dan tenteram. Pendapat Shuck and Albornoz: “A work environment is defined as the physical and emotional characteristics of the workspace, including relationships with colleagues and typical job functions. How individuals feel about the environmental climate where they work affects their level of engagement”. Lingkungan kerja sebagai karakteristik fisik dan emosional dari ruang kerja, termasuk hubungan dengan rekan kerja dan fungsi pekerjaan yang khas. Bagaimana individu merasa iklim lingkungan tempat di mana mereka bekerja mempengaruhi tingkat keterlibatan mereka. Pengertian kreativitas menurut Mullins, “creativity is the application of imaginative thought which results in innovative solutions to many problems”. Kreativitas merupakan aplikasi pemikiran imajinatif yang menghasilkan solusi inovatif untuk banyak masalah. Definisi tersebut mengandung makna bahwa kreativitas adalah hasil buah pikiran pada diri seseorang dalam rangka menyelesaikan masalah melalui langkah-langkah inovatif. Kaufman dan Sternberg menyatakan:”Since early efforts to explore creativity in organizational contexts, researchers have sought to understand how factors associated with the work environment affect employee creativity. These efforts have culminated in lists of attributes of the work environment that are believed to have a profound influence on employee creativity”. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kreativitas seseorang padaorganisasi tempatnya bekerja.
iii
Motivasi intrinsik adalah dorongan pada diri seseorang yang berasal dari dalam dirinya untuk melakukan sesuatu yang ingin dicapai. menurut Armstrong:”Intrinsic motivation this was defined by Herzberg as „motivation through the work itself‟. It takes place when people feel that the work they do is intrinsically interesting, challenging and important and involves the exercise of responsibility (having control over one‟s own resources), autonomy or freedom to act, scope to use and develop skills and abilities and opportunities for advancement and growth”.Motivasi intrinsik sebagai motivasi melalui bekerja sendiri. Ini terjadi ketika orang merasa bahwa pekerjaan yang mereka lakukan secara intrinsik menarik, menantang dan penting dan melibatkan latihan tanggung jawab (Memiliki kontrol atas sumber daya sendiri), otonomi atau kebebasan untuk bertindak, ruang lingkup untuk menggunakan dan mengembangkan keterampilan dan kemampuan dan peluang untuk kemajuan dan pertumbuhan. Definisi tersebut bermakna bahwa motivasi intrinsik muncul dari dalam diri individu dalam rangka pengembangan diri. Zanzotto, Tsumoto, Taatgen, dan Yao, maka James J. (Jong Hyuk) Park, Quin Jin, Martin Yeo dan Bin Hu menyatakan:”Intrinsic motivation refers to the desire to expend effort based on one's interest and enjoyment of work being performed. It is insisted that intrinsic motivation as one of the most important and powerful influence on employee creativity”. Hal ini menegaskan bahwa motivasi intrinsik sebagai salah satu pengaruh yang paling penting dan kuat pada kreativitas. Pernyataan yang sangat jelas bahwa besarnya pengaruh motivasi intrinsik terhadap kreativitas. Menurut Armstong: “Intrinsic motivation is provided when jobs are well designed. This is the case when the job has the following
iv
characteristics: autonomy, discretion, self-control and responsibility; variety; use of abilities; availability of constructive feedback; belief that the work is significant”. Motivasi intrinsik disediakan ketika pekerjaan yang dirancang dengan baik. Hal ini terjadi ketika pekerjaan memiliki karakteristik sebagai berikut : otonomi, kebijaksanaan, kontrol diri dan tanggungjawab; penggunaan kemampuan; ketersediaan umpan balik yang konstruktif; keyakinan bahwa pekerjaan adalah signifikan. Keterkaitan lingkungan kerja dan motivasi intrinsik menurut Edwin A. locke, “Several specific features of the work environment can influence intrinsic motivation and creativity”. Beberapa fitur khusus dari lingkungan kerja dapat mempengaruhi motivasi intrinsik dan kreativitas. Dari temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dapat mempengaruhi motivasi intrinsik seseorang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis data secara inferensial.Hasil uji coba instrumen kreativitas dari 35 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 33 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas instrumen sebesar 0,948. Hasil ujicoba instrumen lingkungan kerja dari 36 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 32 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,916.Hasil ujicoba instrumen motivasi intrinsik dari 36 butir pernyataan yang di ujicobakan terdapat 33 butir yang valid dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,916. Analisis data dilakukan secara inferensial. Hasil uji signifikasi koefisien jalur pengaruh lingkungan kerja terhadap kreativitas menunjukan nilai rhitung 0,620 dan koefisien jalur 0,290 ini berarti lingkungan kerja yang tepat mengakibatkan peningkatan kreativitas guru MTs Negeri di Jakarta Utara. Hasil uji
v
signifikasi koefisien jalur pengaruh motivasi intrinsik terhadap kreativitas menunjukan nilai rhitung 0,727 dan koefisien jalur 0,560 ini berarti peningkatan motivasi intrinsik mengakibatkan peningkatan kreativitas guru MTs Negeri di Jakarta Utara. Hasil uji signifikasi koefisien jalur pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi intrinsik menunjukan nilai rhitung 0,587 dan koefisien jalur 0,590 ini berarti lingkungan kerja yang tepat mengakibatkan peningkatan motivasi intrinsik guru MTs Negeri di Jakarta Utara. Berdasarkan hasil perhitungan data penelitian dan hasil analisis data yang telah diuraikan di BAB IV, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan 1) Lingkungan kerja berpengaruh langsung positif terhadap kreativitas. Artinya, ketepatan lingkungan kerja mengakibatkan peningkatan kreativitas guru MTs Negeri di Jakarta Utara .2) Motivasi intrinsik berpengaruh langsung positif terhadap kreativitas. Artinya, peningkatan motivasi intrinsik mengakibatkan peningkatan kreativitas guru MTs Negeri di Jakarta Utara. 3)Lingkungan kerja berpengaruh langsung positif terhadap motivasi intrinsik. Artinya, ketepatan lingkungan kerja mengakibatkan peningkatan motivasi intrinsik guru MTs Negeri di Jakarta Utara.
Bibliografi : lembar 119-121
| TM00002229 | TM 2229 | UPT Perpustakaan UNJ (CD.07.2017.01) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain