Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta

Katalog (Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

Pengaruh budaya organisasi dan pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasi instruktur di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi

Zahra, Fatimah - Nama Orang;

RINGKASAN
Peran seorang instruktur menjadi sangat penting sebagai ujung tombak dalam pelatihan yang dapat mencetak tenaga kerja yang dapat bersaing secara global. Kualitas sumber daya manusia dalam hal ini adalah instruktur, perannya sangat diharapkan dalam menunjang segala hal, baik dilihat dari output yang berkualitas dan outcome yang bermutu. Menurut Robbins dan Judge, “culture enhances organizational commitment and increases the consistency of employee behavior. From an employee’s standpoint, culture is valuable because it spells out things are done and what’s important. But we shouldn’t ignore the potentially dysfunctional aspects of culture, especially a strong one, on an organization’s effectiveness”. Budaya meningkatkan komitmen organisasi dan meningkatkan konsistensi perilaku anggota dalam hal ini instruktur. Ini jelas bermanfaat bagi organisasi. Budaya sangat penting karena merinci hal-hal yang penting untuk dilakukan. Sejauh mana budaya mempengaruhi efektivitas organisasi dapat diketahui dengan melihat kuat atau lemahnya budaya organisasi tersebut. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada lingkungan kerja yang baik, tetapi juga pada komitmen instruktur. Michael Armstrong, “learning organization is concerned with the development of new knowledge or insights that have the potential to influence behaviour”. Pembelajaran organisasi berkaitan dengan pengembangan pengetahuan atau wawasan baru yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perilaku. Menurut McShane dan Von Glinow, “some writers suggest that tacit knowledge also includes the organization's culture and team's implicit norms. People know these values and rules exist, but they are difficult to describe and document. Pengalaman (sebagai salah satu hasil pembelajaran) juga termasuk budaya organisasi dan norma-norma yang dipatuhi. Instruktur dapat memahami bahwa nilai-nilai dan peraturan ada, tetapi nilai dan peraturan tersebut sulit dijabarkan dan didokumentasikan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian adalah Instruktur di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi dengan jumlah sampel sebanyak 80 Instruktur. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah diujicoba. Berdasarkan hasil uji coba, variabel komitmen organisasi diukur menggunakan 35 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,924, variabel budaya organisasi diukur menggunakan 35 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,937, variabel pembelajaran organisasi diukur menggunakan 35 butir pernyataan dengan koefisien reliabilitas 0,964. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi dan jalur. Dari hasil pengujian hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif budaya organisasi terhadap komitmen organisasi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,464 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,348. Ini memberikan makna bahwa budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. Dari hasil pengujian hipotesis kedua dapat disimpukan bahwa terdapat pengaruh langsung positif pembelajaran organisasi terhadap komitmen organisasi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,460 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,342. Ini memberikan makna pembelajaran organisasi berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi. Dari hasil pengujian hipotesis ketiga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh langsung positif budaya organisasi terhadap pembelajaran organisasi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,338 dan nilai koefisien jalur sebesar 0,338. Ini memberikan makna budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap pembelajaran organisasi.
Bibliografi : lembar 82-83


Ketersediaan
#
UPT Perpustakaan UNJ (CD.06.2017.002) TM 2231
TM00002231
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TM 2231
Penerbit
Jakarta : Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana UNJ., 2017
Deskripsi Fisik
xii, 227 lembar ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Pembelajaran Organisasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Fatimah Zahra
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Sejarah awal perpustakaan berasal dari perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia (FKIP UI). Pada tahun 1999 sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.93/1999, IKIP Jakarta berubah statusnya menjadi Universitas Negeri Jakarta. Maka Perpustakaan IKIP Jakarta mengubah nama pula menjadi Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?