Text
Muatan multikultural dalam mata pelajaran sejarah tingkat Sekolah Menengah Atas kurikulum nasional Indonesia 2006-2014
ABSTRAK
NESSIA PUTRI. Muatan Multikultural dalam Mata Pelajaran Sejarah Tingkat Sekolah Menengah Atas Kurikulum Nasional Indonesia 2006 - 2014. Skripsi, Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Jakarta, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan muatan multikultural dalam kurikulum nasional mata pelajaran sejarah tingkat SMA pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya pembahasan mengenai multikutural dalam mata pelajaran sejarah di program studi pendidikan sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Mengambil dari Kurikulum 2006 karena merupakan salah satu dari kurikulum berbasasis kompetensi yang berlaku setelah jatuhnya Orde Baru, dimana pada masa Orde Baru identik dengan pluralisme. Sedangkan Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang ketika penelitian ini berlangsung Kurikulum 2013 berlaku secara terbatas. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mengkaji dan mengembangkan fakta sejarah tentang kurikulum beserta muatan multikutural dalam mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 serta bagaimana penerapannya di sekolah.
Hasil penelitian ini memperlihatkan perbandingan besar muatan multikultural dalam Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Mata pelajaran sejarah dalam Kurikulum 2006 sarat dengan aspek kongnitif. Hal ini bisa dilihat dari dokumen KTSP serta buku paket yang dipakai oleh peserta didik. Tidak semua materi mata pelajaran sejarah memiliki kandungan multikutural dalam KTSP. Pada Kurikulum 2013 mata pelajaran sejarah terlihat berbeda dengan diintegrasikannya nilai sikap spiritual, sosial, dan keterampilan ke dalam materi pembelajaran. Muatan multikultural juga terlihat gamblang dalam beberapa materi di mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah.
Pada pemenerapannya, umumnya guru mengetahui dan memahami multikutural. Namun tidak semua guru mengetahui muatan multikutural dalam materi pelajaran sejarah. Serta tidak semua guru menyampaikan nilai multikutural
ii
dalam materi kepada peserta didik. Hal ini tergantung dengan kondisi peserta didik dan alokasi waktu belajar yang tersedia
Bibliografi : lembar 131-138
Tidak tersedia versi lain